Mantan Timses Jokowi-Ahok Perkuat Tim Media dan Komunikasi Prabowo-Sandiaga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Koordinator Komunikasi dan Media Centre Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012, Budi Purnomo Karjodihardjo memperkuat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno untuk Pilpres 2019.

Budi yang merupakan wartawan senior ini, duduk sebagai Wakil Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, yang Direkturnya dipegang oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo.

“Mohon doa dari para pendukung agar kami dapat bertugas dengan baik,” kata Budi lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Rabu (26/9).

Pada Pilpres 2014 yang lalu, Budi juga duduk di tim pemenangan Prabowo-Hatta Rajasa sebagai Direktur Komunikasi dan Media. Dan pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Budi didapuk sebagai Dewan Pakar Tim Pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Selain Budi, Wakil Direktur dalam Direktorat Media dan Komunikasi BPN Prabowo-Sandi ini juga diisi oleh Dhimam Abror wartawan senior yang juga politisi PAN; Mayjend TNI (purn) Sudrajat mantan Cagub Jabar; dan Dedi Supariadi politisi PKS.

Berikut lampiran Surat Keputusan BPN Prabowo-Sandiaga Uno tentang susunan Direktorat Media dan Komunikasi;

SK BPK Prabowo-Sandiaga tentang susuan pengurus Direktorat Media dan Komunikasi (Lampiran 1).

SK BPK Prabowo-Sandiaga tentang susuan pengurus Direktorat Media dan Komunikasi (Lampiran 2).

SK BPK Prabowo-Sandiaga tentang susuan pengurus Direktorat Media dan Komunikasi (Lampiran 3).

(ARif R)

6 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Meminta Maaf Kepada Generasi Yang Hilang

Tanggal 13 Febuari 2008 berlangsung peristiwa penting, di Australia. Melalui pidato Perdana Menteri Kevin Michael Rudd, di hadapan sidang Parlemen, pemerintah Australia secara secara resmi meminta maaf.

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.