Makin Dekat ke Hari Pencoblosan, KH Ma’ruf Yakin Elektabilitas Paslon 01 Terus Naik

PADANG SIDEMPUAN, SERUJI.CO.ID – Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dalam rilis hasil survei terbaru mereka menempatkan elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf sebesar 54,9 persen. Meninggalakan paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga, yang hanya mendapat 32,1 persen.

Menyikapai hal tersebut, KH Ma’ruf Amin meyakini elektabilitasnya bersama Jokowi akan terus meningkat hingga hari pencoblosan Pilpres 2019 pada tanggal 17 April mendatang.

“Saya yakin naik,” kata Ma’ruf Amin di Padanga Sidempuan, Sumatera Utara, Ahad (10/3).

Dari berbagai kali survei yang dilakukan SMRC, elektabilitas kedua paslon itu kerap terpaut di kisaran angka 20 persen atau cenderung stagnan.

Namun, KH Ma’ruf meyakini selisih angka itu sudah semakin naik dan kedepan elektabilitasnya bersama Jokowi akan terus meningkat.

“Di Padang Sidempuan elektabilitas Jokowi sebelumnya 20 persen, kini sudah meningkat cukup jauh. Begitu juga elektabilitas di Jawa Barat, sudah meningkat,” kata KH Ma’ruf menjelaskan.

KH Ma’ruf Amin Berkampanye di Berbagai Titik di Sumatera Utara

KH Ma’ruf saat kampenye di Padang Sidempuan, Sumut, Ahad (10/3/2019). (foto:istimewa)

Ma’ruf amin melakukan kunjungan silaturahmi ke Sumatera Utara sejak Sabtu (9/3) hingga Senin (11/3).

Pada hari pertama kunjungannya, Ma’ruf mengunjungi sejumlah titik di Kota Medan untuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh lintas agama dan relawan.

Pada hari kedua, Ma’ruf bertolak ke Sibolga untuk menuju Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan, hingga Padang Lawas Utara.

Di hari ketiga Senin besok, Ma’ruf dijadwalkan mengunjungi wilayah Mandailing Natal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Salah Besar Bila Disebut Konflik Agraria Tidak Ada 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Pendapat Guru Besar hukum terkait pernyataan capres nomor urut 01, Jokowi soal tidak adanya sengketa lahan dalam kurun 3 tahun ini di proyek infrastruktur.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.