Ikut Berdesakan dengan Penumpang, Jokowi Naik KRL Menuju Bogor

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Penumpang Kereta Rangkaian Listrik (KRL) atau commuter line dari Jakarta menuju Kota Bogor sore hari ini, Rabu (6/3) dikagetkan dengan kehadiran sosok yang amat dikenal di gerbong kereta yang biasa dinaiki para pekerja tersebut.

Sosok tersebut adalah Presiden Jokowi yang tiba-tiba naik KRL dengan nomor KA 1168 di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, sekitar pukul 17.45 WIB .

Dari informasi yang dihimpun SERUJI, diketahui Jokowi naik KRL menuju bogor tersebut selepas melakukan kegiatan pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Jakarta Selatan.

Informasi Jokowi naik KRL ini menjadi perbincangan di media sosial. Banyak pengguna KRL yang kebetulan satu gerbong dengan Presiden mengambil kesempatan untuk berswafoto dan menshare ke akun media sosial mereka.

Jokowi terlihat ikut berdesak-desakan dengan para penumpang lain, yang umumnya para pekerja. Tidak terlihat pengawalan yang ketat saat Presiden berada di dalam gerbong tersebut.

Salah satu pemilik akun di twitter dengan nama @MurtadhaOne menshare video saat Jokowi berada di gerbong KRL bersama para penumpang lain.

https://twitter.com/MurtadhaOne/status/1103269240696496128

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reposisi Sekolah Demi Pendidikan

Menempatkan sekolah sebagai lembaga yang paling membentuk keterpelajaran seseorang adalah mitos dan tahayul, kalau tidak bisa disebut hoaks.

Mengapa Islamophobia?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER