Sementara itu, sejumlah pengungsi Muslim Rohingya yang berada di wilayah Bangladesh membutuhkan bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan untuk membangun kehidupan, seperti pendidikan dan pelatihan kemampuan kerja.
“Kalau untuk bantuan sandang, pakaian sudah tidak perlu. Paling yang diperlukan yaitu ‘shelter’ dan sanitasi serta yang bersifat ‘sustainable’ seperti pendidikan untuk anak, nutrisi dan kesehatan itu masih diperlukan,” kata Pimpinan Tim SOS Rohingya dari organisasi kemanusiaan internasional Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rahardiansyah, di Jakarta, Senin (25/9).
Menurut dia, bantuan pemulihan bagi pengungsi seperti kesehatan, pendidikan anak dan pelatihan kemampuan kerja amat diperlukan oleh pengungsi untuk bekal hidup bagi warga Rohingya.
Sebelumnya, Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan formula 4+1 yang ditawarkan Indonesia merupakan salah satu cara bagi dunia untuk menyelesaikan persoalan Rohingya di Myanmar.
“Formula 4+1 yang kita tawarkan itu yang bisa diterima kedua belah pihak. Dan merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan kasus Rohingya ” kata Wapres M Jusuf Kalla usai berpidato di New York, Amerika Serikat, Kamis (21/9).
Wapres menambahkan bahwa hal yang paling utama saat ini adalah membuka akses agar bantuan kemanusiaan bisa masuk Myanmar untuk membantu pengungsi Rohingya. (Ant/SU02)
