Gerindra Sudah Kantongi 3 Nama Bakal Cawapres Prabowo, Siapa Mereka?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Gerindra sudah memiliki tiga nama bakal calon Wakil Presiden untuk mendampingi Ketua Umum partai tersebut, Prabowo Subianto, yang kembali akan diusung sebagai calon presiden pada pemilu presiden 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra, Muhammad Syafii, menjawab wartawan di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (27/3).

Menurut pria yang akrab disapa Romo ini, DPP Gerindra telah membentuk Tim Khusus untuk menyeleksi nama-nama bakal calon wakil presiden pendamping Prabowo. “Tim tersebut sudah melakukan seleksi dari semula ada 14 nama bakal cawapres yang masuk dalam daftar penjaringan di Partai Gerindra, kemudian menjadi 5 nama,” ungkap Syafii.

Tim Khusus Seleksi itu, lanjutnya, kemudian melakukan seleksi kembali dari lima nama tersebut, hingga saat ini menjadi tinggal tiga nama.

“Saat ini, Partai Gerindra masih mengantongi tiga nama bakal cawapres,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Tim Khusus tersebut masih akan terus mengerucutkan nama bakal cawapres dan DPP Partai Gerindra masih terus melakukan komunikasi politik secara intensif dengan partai-partai politik yang akan menjadi mitra koalisi.

Setelah dikerucutkan menjadi satu nama, katanya, pada saat yang tepat akan diumumkan bersamaan dengan deklarasi calon presiden dari Partai Gerindra.

“Pada waktu yang tepat, Partai Gerindra akan mengumumkan secara bersamaan, pasangan capres-cawapres, dalam sebuah deklarasi,” kata Anggota Komisi III DPR RI ini.

Ketika ditanya, apakah bakal calon wakil presiden tersebut dari sipil dan militer? “Dari sipil,” tegasnya.

Ketika ditanya, apakah ketiga bakal calon wakil presiden itu dari internal parpol atau ada juga dari eksternal parpol? “Saya tidak bisa menjelaskan hal ini, karena ini sangat sensitif,” katanya.

Romo juga mengaku, dirinya tidak berada di dalam Tim Khusus Seleksi Calon Wakil Presiden, sehingga tidak bisa banyak menjelaskan.

Pada kesempatan tersebut, Romo meminta agar media menunggu sampai waktu diumumkannya pasangan capres-cawapres dari Partai Gerindra.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, Partai Gerindra terus membangun komunikasi politik yang intensif dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Partai Geindra, kata Patria, juga membangun komunikasi politik dengan Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dari komunikasi tersebut, jika PKS menyampaikan satu nama bakal cawapres, kemudian PAN, PKB, serta PPP dan Partai Demokrat, masing-masing memiliki satu nama bakal cawapres maka seluruhnya ada 13 nama. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER