
“Mereka dilahirkan di tenda darurat atau shelter di pinggiran hutan. Ini akan terus bertambah besar jumlahnya. Oleh karenanya, termasuk perlu juga upaya memberikan dukungan ketersediaan air bersih, sanitasi maupun shelter tambahan,” kata dia.
Berdasarkan data Dompet Dhuafa, dukungan terhadap strategi pengadaan klinik kesehatan darurat di wilayah terdekat camp pengungsi menjadi langkah primer. Sebab, di Cox Bazar sendiri kini terdapat sedikitnya 700 ribu pengungsi Muslim Rohingya yang tersebar di beberapa titik.
Saat bersamaan, IHA juga terus melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan KBRI Bangladesh serta Asosiasi Dokter Bangladesh untuk melakukan persiapan aksi pelayanan medis bersama dengan tim medis lokal. Upaya ini dikawal langsung oleh Muhammadiyah Disaster Management Center.
“Menjalin ukhuwah dan memastikan adanya rencana bantuan dan perlindungan yang lebih terarah dan terjaga adalah salah satu value gerakan yang mesti dijaga dalam setiap aksi respon darurat yang IHA lakukan,” tutup Benny. (Achmad/Hrn)
