INDEF: Karena Tersandera Utang, Defisit APBN Terus Naik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengingatkan soal defisit anggaran primer yang terus naik secara signifikan. Ini menandakan beban bunga dan cicilan utang sudah cukup besar.

“Sehingga karena penerimaan pajak kita turun, maka konsekuensinya untuk memenuhi bunga dan cicilan, ya sebagian ambil dari utang yang baru. Nah ini berpengaruh juga kepada produktifitas dari utang-utang yang kita tarik,” kata Enny dalam diskusi bertema ‘Haruskah Negara Terus Ngutang?” di Jakarta, Kamis (23/11).

Menurut Enny, beban semakin bertambah, karena proyek-proyek infrastruktur baru yang sumber pembiayaanya berasal dari utang tersebut tidak bisa menghasilkan uang atau arus kas baru lagi dalam jangka pendek.

Selain itu, kata Enny, ternyata pembangunan infrastruktur juga dianggap belum mampu menyerap tenaga kerja yang lebih banyak, sehingga tidak berdampak pada kenaikan konsumsi masyarakat.


“Padahal, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Dia mengatakan, penambahan utang yang dilakukan pemerintah tidak mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan pemerintah. Sehingga secara cash flow, secara tata kelola keuangan, pemerintah tekor.

“Jadi investasi terus, pengeluaran terus berlangsung, tapi pendapatanya justru menurun. Ini yang disebut, salah satunya menjadi risiko fiskal yang membahayakan kesinambungan fiskal dari pemerintah, ” katanya.

Data Bank Indonesia, hingga September 2017 posisi utang luar negeri RI mencapai 343,13 miliar dollar atau setara Rp 4.636 triliun. Angka ini naik dibanding bulan sebelumnya atau Agustus 2017 yang tercatat hanya 340,93 miliar dollar.

Utang tersebut, merupakan gabungan dari utang swasta dan pemerintah. Adapun, utang pemerintah sebesar sendiri mencapai 172,37 miliar dollar, ditambah utang BI 175,91 miliar dollar. Total utang keduanya 175,91 miliar dolar. Sedangkan utang swasta tercatat 167,21 miliar dolar, naik dibanding bulan sebelumnya 165,99 miliar dolar.

Ekonom Universitas Brawijaya Candra Fajri Ananda mengatakan, utang masih belum menunjukan dampak yang signifikan. Meski pemerintah berdalih untuk pembangunan infrastruktur, tetapi dampaknya sangat panjang.

“Dana desa mungkin bisa, buat bangun irigasi, kemudian muncul aktivitas ekonomi baru walaupun kecil-kecil. Tetapi yang gede-gede, seperti pelabuhan dan tol, itu butuh waktu dia. Apalagi kalau yang baru, ini yang tidak dikalkulasi,” kata Candra.

Karenanya, perlu dievaluasi lagi proyek paling strategis mana yang paling dinomorsatukan dan cepat menghasilkan dampak bagi pertumbuhan ekonomi. ‎Candra melihat, semua pembangunan infrastruktur tersebut sangat berlebihan.

“Itu karena konsekuensi politik ya. Pak Jokowi sudah berjanji, kalau sudah ditulis RPJMN itu punya konsekuensi hukum. DPR bisa mempertanyakan, kenapa ini?,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Perluasan Ganjil-Genap Hari Pertama: Pemprov DKI Klaim Polusi Udara Turun

"Semalam Airvisual telah merilis hasil pengukuran mereka, di mana Jakarta yang sebelumnya ada di peringkat satu atau dua kota terpolusi di dunia, semalam saya lihat di rilisnya sudah turun jadi peringkat ke 9," ujar Syafrin

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.