Adapun tantangan ekonomi global yang akan dihadapi adalah risiko geopolitik, ketidakpastian kebijakan yang berdampak langsung pada sentimen global, penyesuaian harga aset, pengetatan di sektor keuangan yang berdampak pada negara berkembang, dan kemungkinan perlambatan ekonomi Tiongkok.
Sebagai respon kebijakan untuk menghadapi hal tersebut, kata Agus, diperlukan reformasi kebijakan moneter, fiskal dan struktural. Kerja sama antara negara juga harus diperkuat guna mengidentifikasi dan mengatasi potensi risiko yang dapat mengubah arah pertumbuhan ekonomi global dalam jangka menengah.
Dalam pertemuan tahunan tersebut, para Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dunia juga sepakat untuk menjaga tren perbaikan perekonomian global dengan memanfaatkan peluang (window of opportunity) untuk mengoptimalkan reformasi struktural yang sedang dijalankan.
Di sela-sela IMF-WB Annual Meetings di Washington D.C., Amerika Serikat, juga diadakan Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara-negara G20.
Pertemuan tersebut merupakan pertemuan terakhir dalam masa Presidensi G20 Jerman tahun 2017, sebelum tongkat estafet Presidensi G20 untuk tahun 2018 dialihkan ke Argentina mulai 1 Desember 2017.
Sejalan dengan tingginya perhatian global terhadap kesinambungan dan inklusivitas pertumbuhan ekonomi, G20 di bawah Presidensi Argentina akan mengusung tema utama mengenai “Future of Work” dan “Infrastructure“.
Selain itu, Presidensi Argentina juga akan melanjutkan sejumlah agenda pembahasan pada presidensi sebelumnya seperti arsitektur keuangan global, kerja sama perpajakan internasional, serta regulasi dan perkembangan sektor keuangan. (Ant/SU03)
