JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pasar keuangan Indonesia memperlihatkan pemulihan nyata pada perdagangan Selasa (10/3/2026), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama di level 7.389,52 atau menguat 52,15 poin (+0,71 persen) dari penutupan Senin yang terpuruk di 7.337,37.
Sementara nilai tukar rupiah turut menguat ke kisaran Rp16.888 per dolar AS — membalik tekanan sehari sebelumnya ketika rupiah sempat menyentuh Rp17.090 dan IHSG menyentuh titik nadir 7.156,68.
📈 IHSG Sesi I: Rebound Didorong Harapan Deeskalasi Iran
Mengacu data BEI, IHSG dibuka menguat signifikan 105,68 poin atau 1,44 persen ke level 7.443,05 pada pukul 09.00 WIB, dengan LQ45 ikut menguat 9,98 poin atau 1,33 persen ke posisi 760,56. Sepanjang sesi pertama, indeks bergerak dalam rentang high 7.499,82 dan low 7.372,82, sebelum menutup sesi di 7.389,52. Kapitalisasi pasar tercatat Rp13.371,91 triliun dengan volume transaksi mencapai 223,04 juta lot di seluruh papan perdagangan.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyebut pemulihan ini dipicu oleh membaiknya sentimen pasar setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan operasi militer terhadap Iran hampir selesai.
“Pernyataan tersebut menurunkan premi risiko geopolitik dan memicu aksi short covering serta pembelian saat harga turun di pasar saham,” ujar Liza.
Selain itu, pemerintah AS memberikan pengecualian sementara 30 hari untuk memungkinkan penjualan minyak Rusia yang tertahan di laut kepada India, serta mempertimbangkan pelepasan minyak dari Strategic Petroleum Reserve sebesar 415 juta barel — dua langkah yang secara bersamaan menekan ekspektasi kenaikan harga energi lebih lanjut.
