Walikota Padang Tidak Anjurkan Warga Melakukan Tradisi Mandi “Balimau”

2
149
Tradisi Balimau di Minangkabau. (foto: istimewa)

PADANG – Wali Kota (Wako) Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa ia tidak menganjurkan warganya untuk melakukan tradisi mandi suci di sungai, kolam atau laut sebelum bulan Ramadhan atau yang dikenal dengan “Balimau”.

“Masyarakat harus memahami arti “Balimau” baik secara agama dan budaya agar tidak keliru,” ujar Mahyeldi usai meluncurkan kegiatan pesantren Ramadhan 1438 Hijriyah di Padang, Rabu (24/5).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyebutkan meski ada dalam tradisi dan agama, “Balimau” diartikan membersihkan jiwa dan fisik sebelum melaksanakan puasa.

“Artinya sesama saling meminta dan memaafkan, kemudian meningkatkan silaturahmi dan secara sunah membersihkan tubuh jelang puasa,” jelasnya.

Menurut Mahyeldi masyarakat khususnya generasi muda saat ini, menyalahi maksud dari tradisi “Balimau” tersebut dengan melakukan ritual mandi di sungai, kali atau pantai secara bersama-sama.

Mahyeldi menjelaskan kegiatan tersebut menyalahi secara agama, karena tidak diperkenankan bukan muhrim mandi bersama di tempat yang sama. “Dan secara budaya juga sudah melanggar etika,” katanya.

Kerugian lain, lanjutnya bukan menciptakan suasana tenang dan damai jelang Ramadhan namun jadi ricuh karena kadang ada korban dan kemacetan.

“Kami anjurkan warga untuk ‘Balimau’ di rumah masing-masing,” katanya.

Mahyeldi juga mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi minat warga melaksanakan “Balimau” masih besar, pihaknya telah berkoordinasi dengan keamanan untuk pengawasan.

“Bila ‘Balimau’ itu masih ada kami berharap berjalan lancar, namun kami tetap tidak menganjurkan warga melaksanakannya,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu warga di sekitar Jembatan Gunung Nago Pauh, Delis mengatakan pengawasan “Balimau” harus lebih ketat.

Sebab, tambahnya ada saja oknum yang merugikan pendatang untuk mandi. Menurutnya meski telah dilarang agama, hal tersebut sudah jadi kebiasaan masyarakat dan sulit dihentikan.

Sementara itu Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Sumatera Barat, akan mengerahkan 835 personel untuk mengamankan tradisi “Balimau” tersebut.

“Sebanyak 47 lokasi yang biasanya dijadikan lokasi ‘balimau’. Kami akan melakukan pengamanan terpadu di lokasi-lokasi tersebut,” ujar Chairul di Padang, Selasa (23/5).

Balimau adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau dan biasanya dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian. Tradisi ini telah berlangsung sejak berabad lalu dalam rangka membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan. (Hrn)

 

BAGIKAN
loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Cak Imin: Tahun 2018 Akan Banyak Terjadi Kejutan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemberitaan mengenai pertarungan Pilpres 2019 diprediksi akan mendominasi pemberitaan di tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),...

BKAD Verifikasi Ulang Data Mahasiswa Penerima Beasiswa

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT) akan melakukan verifikasi ulang data para mahasiswa penerima...

Berdayakan Ummat, Bank Muamalat Gandeng Baznas

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - ‎PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan jaringan usaha mikro ritel Z-Mart di Stabat Ibu Kota...

KANAL WARGA TERBARU

tanda tanya

Tak Perlu Dijawab

Bukanlah hal mudah untuk memiliki sikap empati. Apalagi mau melangkahkan kaki menjadi simpati dan beraksi untuk membantu sesama. Ketika kita dalam perjalanan, dalam mobil mewah...
KH Luthfi Bashori

Sejak Dulu, Kaum Yahudi dan Nasrani Berusaha Mempengaruhi Umat Islam

Sy. Ibnu Abbas RA memaparkan bahwa Nu’man bin Qushay, Bahr bin Umar, Syasy bin ‘Adi suatu hari mendatangi Rasulullah SAW dan berbincang-bincang. Lalu beliau...
IMG-20170528-WA0002

Rasulullah saw Tidak Berpoligami

Poligami adalah ajaran islam. Seorang laki-laki boleh memiliki 4 orang istri dalam waktu yang sama. Kalau salah satu istri meninggal, atau diceraikan, si laki-laki...