Walikota Padang Tidak Anjurkan Warga Melakukan Tradisi Mandi “Balimau”

2
240
Tradisi Balimau di Minangkabau. (foto: istimewa)

PADANG – Wali Kota (Wako) Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa ia tidak menganjurkan warganya untuk melakukan tradisi mandi suci di sungai, kolam atau laut sebelum bulan Ramadhan atau yang dikenal dengan “Balimau”.

“Masyarakat harus memahami arti “Balimau” baik secara agama dan budaya agar tidak keliru,” ujar Mahyeldi usai meluncurkan kegiatan pesantren Ramadhan 1438 Hijriyah di Padang, Rabu (24/5).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyebutkan meski ada dalam tradisi dan agama, “Balimau” diartikan membersihkan jiwa dan fisik sebelum melaksanakan puasa.

“Artinya sesama saling meminta dan memaafkan, kemudian meningkatkan silaturahmi dan secara sunah membersihkan tubuh jelang puasa,” jelasnya.

Menurut Mahyeldi masyarakat khususnya generasi muda saat ini, menyalahi maksud dari tradisi “Balimau” tersebut dengan melakukan ritual mandi di sungai, kali atau pantai secara bersama-sama.

Mahyeldi menjelaskan kegiatan tersebut menyalahi secara agama, karena tidak diperkenankan bukan muhrim mandi bersama di tempat yang sama. “Dan secara budaya juga sudah melanggar etika,” katanya.

Kerugian lain, lanjutnya bukan menciptakan suasana tenang dan damai jelang Ramadhan namun jadi ricuh karena kadang ada korban dan kemacetan.

“Kami anjurkan warga untuk ‘Balimau’ di rumah masing-masing,” katanya.

Mahyeldi juga mengungkapkan bahwa untuk mengantisipasi minat warga melaksanakan “Balimau” masih besar, pihaknya telah berkoordinasi dengan keamanan untuk pengawasan.

“Bila ‘Balimau’ itu masih ada kami berharap berjalan lancar, namun kami tetap tidak menganjurkan warga melaksanakannya,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu warga di sekitar Jembatan Gunung Nago Pauh, Delis mengatakan pengawasan “Balimau” harus lebih ketat.

Sebab, tambahnya ada saja oknum yang merugikan pendatang untuk mandi. Menurutnya meski telah dilarang agama, hal tersebut sudah jadi kebiasaan masyarakat dan sulit dihentikan.

Sementara itu Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Sumatera Barat, akan mengerahkan 835 personel untuk mengamankan tradisi “Balimau” tersebut.

“Sebanyak 47 lokasi yang biasanya dijadikan lokasi ‘balimau’. Kami akan melakukan pengamanan terpadu di lokasi-lokasi tersebut,” ujar Chairul di Padang, Selasa (23/5).

Balimau adalah tradisi mandi menggunakan jeruk nipis yang berkembang di kalangan masyarakat Minangkabau dan biasanya dilakukan pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian. Tradisi ini telah berlangsung sejak berabad lalu dalam rangka membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan. (Hrn)

 

loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Trump Pisahkan Anak dan Orangtua, Menlu Meksiko: Tindakan Tidak Manusiawi

MEKSIKO, SERUJI.CO.ID -  Menteri Luar Negeri Meksiko pada Selasa (19/6) menyebut pemisahan anak-anak dari orang tua pendatang di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko kejam dan tidak manusiawi...
Nu dukung Khofifah

Awasi Pencoblosan, Khofifah Tegaskan Akan Maksimalkan Tim Saksi

BLITAR, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan akan memaksimalkan tim saksi, mengawasi pelaksanaan pencoblosan dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2018, yang akan...
Tjahjo Kumolo

Mendagri: Komjen Iriawan Memenuhi Syarat Jadi Pj Gubernur Jabar

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Komjen Pol Iriawan memenuhi persyaratan untuk bertugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat menggantikan Aher yang...

Dua Penumpang KM Sinar Bangun Ditemukan Tewas

SAMOSIR, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan menemukan dua orang lagi penumpang KM Sinar Bangun, tewas akibat tenggelam di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, dan telah...

Polisi Tembak Kaki Empat Napi yang Kabur

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Tim gabungan Kepolisian Daerah Bali beserta jajaran Kepolisian Resor Kota Denpasar menembak kaki masing-masing empat tahanan yang nekat kabur dari rumah tahanan...