Ternyata Dana Haji Pernah Digunakan Untuk Menutupi Defisit Keuangan Negara

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Siapa sangka, uang umat muslim yang disetorkan ke negara untuk pembiyaan keberangkatan ibadah haji ternyata dulunya sempat digunakan untuk menutupi defisit keuangan negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Drs. Safriayansyah Kasubdit Sarana, prasarana dan kemahasiswaan pada Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama saat menjadi narasumber pada acara Rapat Kerja Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, di Kota Langsa, Aceh, Sabtu (10/1).

Safriayansyah mengungkapkan, informasi mengenai dana tersebut diperoleh dari Anggito Abi Manyu yang dulunya pernah menjabat di Kementerian Keuangan kemudian setelah itu menjabat sebagai Direktur Jenderal Haji di Kementerian Agama.

“Pada saat itu kita ada pejabat yang berasal dari Kementerian Keuangan Bapak Anggito Abi Manyu waktu itu menjabat Direktur Jenderal Haji, dari beliaulah kami mendapat informasi bahwa ada dana calon jamaah haji yang sudah menyetorkan uangnya, setoran awal itu kalau dulu Rp20 juta sekarang Rp25 juta, dimana undang-undang haji mengamanahkan uang tadi harus disimpan dalam sebuah skema keuangan yang ditentukan oleh undang-undang, salah satunya adalah disimpan di Surat Berharga Syari’ah Negara (SBSN)” ungkap Safriansyah.


Disebutkannya, berdasarkan keterangan tersebut pihaknya kemudian melacak keberadaan anggaran yang berasal dari masyarakat tadi.

“Atas informasi awal tadi, kemudian kami melacak keberadaan anggaran tadi, ternyata pada saat itu memang kami dapatkan informasi adanya penghimpunan dana dari masyarakat yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan yang utamanya awalnya diperuntukkan menutup defisit keuangan negara, dalam bentuk sukuk dan kemudian dilahirkanlah undang-udang Surat Berharga Syari’ah Negara (SBSN) tadi,” jelasnya.

Untuk diketahui Dana Haji selain disimpan di Bank-Bank Syariah juga dibelikan sukuk, yang kemudian dikenal dengan sukuk dana haji.

Dalam perjalanan, ternyata dana yang dihimpun dari masyarakat melalui SBSN berkembang sangat cepat, korporasi setiap dua minggu sekali harus mencapai target Rp6 triliyun, namun dana yang terhimpun melebihi target tersebut.

“Kemudian SBSN ini berkembang sangat pesat, ini kalau dikonvensional kira-kira seperti depositolah kira-kira. Kemudian negara menghimpun dana dari masyarakat dan korporasi setiap dua minggu sekali dan dengan target Rp6 triliyun setiap dua minggu, dan Alhamdulillah hingga saat ini selalu terlampaui, jadi sekitar Rp9-10 triliyun dari target Rp6 triliyun tiap dua minggu yang dihimpun dari masyarakat,” imbuhnya.

Karena dana ini semakin besar, lanjut Safriayansyah, maka diterbitkanlah peraturan pemerintah tentang pembiayaan proyek melalui penerbitan SBSN tahun 2011.

“Nah dana ini semakin besar dan semakin besar, baru dikeluarkan peraturan pemerintah tentang pembiayaan proyek melalui penerbitan SBSN tahun 2011, dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah tentang pembiayaan proyek melalui SBSN ini, maka dimulailah sebuah proyek uji coba ditahun 2013, kalau bapak ibu pernah menggunakan kereta api dari Jakarta sampai Surabaya itu doble track kereta itu dibiayai dari SBSN ini. Itu proyek pertama dari SBSN ini,” jelasnya.

Selain untuk menutupi defisit keuangan negara dan insfrastruktur, dana SBSN juga membiayai sejumlah proyek di Kementerian Agama dan Perguruan Tinggi yang bernaung dibawahnya.

“Ditahun 2014 Kementerian Agama mencoba mengajukan permohonan kepada Kementerian Keuangan untuk merevitalisasi enam asrama haji, disetujui anggarannya oleh Kementerian Keuangan,” ungkapnya.

Rapat Kerja yang mengusung tema “Dengan Spirit Kebersamaan Kita Ciptakan Lingkungan Kerja Yang Teratur, Program Kerja Realistis dan Terukukur” ini, diikuti oleh Rektor IAIN Langsa, para Wakil Rektor, Para Dekan dan Wakil Dekan, Direktur Pascasarajana, para Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian serta tamu undangan lainnya. Hadir sebagai narasumber dari Kementerian Agama dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS. (Syahrial/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengapa Riset di Indonesia ‘Mandul’? Belajar dari Thomas Edison-GE

Mengapa riset di perguruan tinggi kita mandul? Mengapa hanya menghasilkan dokumen  di rak-rak perpustakaan atau link internet yang hanya dibaca secara terpaksa oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi? Simak jawabannya di sini

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Perluasan Ganjil-Genap Hari Pertama: Pemprov DKI Klaim Polusi Udara Turun

"Semalam Airvisual telah merilis hasil pengukuran mereka, di mana Jakarta yang sebelumnya ada di peringkat satu atau dua kota terpolusi di dunia, semalam saya lihat di rilisnya sudah turun jadi peringkat ke 9," ujar Syafrin

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.