BNN Alih Fungsi Lahan Ganja Jadi Lahan Produktif

2
144
  • 52
    Shares
BNN
Bupati Bireuen H Saifannur, S.Sos dan Ketua BNNP Aceh Brigjen Polisi Drs Faisal Abdul Naser usai penandatanganan MoU Implementasi Program GDAD di Aula Kantor Bupati Bireuen, Rabu (17/10). (Foto: ArieJuly/SERUJI)

BIREUEN, SERUJI.CO.ID – Badan Narkotika Nasional ditunjuk sebagai inisiator, fasilitator, dan motivator pada kegiatan Grand Design Alternative Development (GDAD) yang rencananya akan dicanangkan pada awal Desember nanti,” demikian pernyataan Pelaksana Program GDAD BNN Kabupaten Bireuen Drs Agussalim HSA kepada SERUJI, di Bireuen, Sabtu (21/10).

Menurutnya, program GDAD yang akan dilaksanakan di Bireuen adalah alih fungsi lahan ganja menjadi lahan pertanian produktif.

Pilot Project program GDAD Kabupaten Bireuen akan dilaksanakan di Desa Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, yang diikuti oleh 45 petani di lahan seluas 23 hektar.

“Lokasi kegiatan tersebut dipilih berdasarkan pemetaan temuan ladang ganja beberapa tahun terakhir,” ungkap Agussalim.

“Jika kegiatan ini berhasil, selanjutnya akan ditingkatkan pada tiga kecamatan lainnya, yaitu Plimbang, Jeunib, dan Pandrah. Luas lahan yang akan di-alihfungsi sekitar 300 atau 400 hektar,” jelasnya.

Sejauh ini BNN sudah melakukan audiensi dan harmonisasi dengan Pemerintah Kabupaten Bireuen, pemantapan program, dan rapat kerja pembekalan kepada 45 petani yang menjadi peserta program tersebut.

Komitmen Pemerintah Kabupaten Bireuen untuk mendukung kegiatan tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) oleh Bupati Bireuen H Saifannur, S.Sos dan Ketua Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh Brigjen Polisi Drs Faisal Abdul Nasser, MH di aula Kantor Bupati Bireuen, 17 Oktober lalu. (Ariejuly/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU