Warga Terdampak Longsor Ponorogo Segera Direlokasi

0
34
Sebuah mobil yang tertimbun longsor Ponorogo. (foto: BNPB)

PONOROGO – Menggunakan motor trail Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni melakukan peninjauan lapangan ke lokasi titik nol yang sulit diakses pasca bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, pada Minggu (2/4) kemaren.

Kepala BNPB mengatakan tim dari BNPB, PVMBG, UGM, PUPERA dan LHK telah melakukan Kajian secara cepat untuk melakukan pemulihan secara keseluruhan. Salah satunya adalah relokasi penduduk terdampak.

“Bersama pemerintah daerah setempat, kami telah meminta untuk menyediakan segera tempat relokasi penduduk. Bupati telah menyetujui usulan masyarakat untuk membangun di lokasi ladang mereka. Namun akan kami kaji lebih dahulu daerah tersebut aman atau tidak dari potensi bencana” kata Willem sebagaimana keterangan tertulis BNPB hari ini, Senin (3/4).

Sementara itu Rektor UGM, Dwikorita yang ikut bersama rombongan kepala BNPB mengatakan struktur geologi di sekitar tempat kejadian berupa patahan. “Perbedaan morfologi menyebabkan aliran longsor berbelok sehingga cukup jauh dampak dari longsor” ucapnya.

Panjangnya longsor yang terjadi dari mahkota longsor ke daerah hilir, mencapai 1,5 Km.

Masa tanggap darurat berlaku dari 2 April 2017 sampai dengan 15 April 2017, pencarian dan penanganan pengungsi masih terus dilanjutkan. Kepala BNPB memuji upaya pemerintah daerah yang telah cakap menangani bencana longsor tersebut. Penanganan pengungsi sudah ditangani dengan baik oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan. Operasi pencarian korban juga sudah dikelompokkan dan terus dilakukan.

“Ada 7 alat berat dan dibagi 3 sektor. Sektor A kedalaman 17-20 meter yang ditangani oleh Basarnas. Sektor B oleh TNI dan Sektor C oleh Polri. Pencarian korban akan terus dilakukan” ucap Willem.

Pada kesempatan tersebut, BNPB juga memberikan Dana Siap Pakai sebesar Rp.500 juta untuk penanganan darurat bencana. Dana tersebut digunakan untuk operasional dalam penanganan darurat.

Bencana tanah longsor ini akan menjadi bencana yang ditangani oleh Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. BNPB terus melakukan pendampingan kepada BPBD, baik pendanaan, logistik, manajemen dan tertib administrasi selama masa tanggap darurat bencana longsor di Ponorogo.

Hingga Senin pagi (3/4/2017) 2 korban meninggal telah ditemukan sedangkan 26 korban masih hilang. Sebanyak 300 jiwa mengungsi di rumah kepala desa dan menumpang sanak saudara terdekat yang aman dari longsor.

Kondisi pengungsi memerlukan bantuan, khususnya kebutuhan dasar seperti permakanan, pakaian, selimut, air bersih, sanitasi, trauma healing dan lainnya. Kondisi hujan masih sering turun di lokasi longsor sehingga mengganggu aktivitas pencarian korban.

EDITOR: Iwan S

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Cak Imin: Tahun 2018 Akan Banyak Terjadi Kejutan Politik

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pemberitaan mengenai pertarungan Pilpres 2019 diprediksi akan mendominasi pemberitaan di tahun 2018. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),...

BKAD Verifikasi Ulang Data Mahasiswa Penerima Beasiswa

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kupang, Nusa Teggara Timur (NTT) akan melakukan verifikasi ulang data para mahasiswa penerima...

Berdayakan Ummat, Bank Muamalat Gandeng Baznas

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - ‎PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meresmikan jaringan usaha mikro ritel Z-Mart di Stabat Ibu Kota...

KANAL WARGA TERBARU

tanda tanya

Tak Perlu Dijawab

Bukanlah hal mudah untuk memiliki sikap empati. Apalagi mau melangkahkan kaki menjadi simpati dan beraksi untuk membantu sesama. Ketika kita dalam perjalanan, dalam mobil mewah...
KH Luthfi Bashori

Sejak Dulu, Kaum Yahudi dan Nasrani Berusaha Mempengaruhi Umat Islam

Sy. Ibnu Abbas RA memaparkan bahwa Nu’man bin Qushay, Bahr bin Umar, Syasy bin ‘Adi suatu hari mendatangi Rasulullah SAW dan berbincang-bincang. Lalu beliau...
IMG-20170528-WA0002

Rasulullah saw Tidak Berpoligami

Poligami adalah ajaran islam. Seorang laki-laki boleh memiliki 4 orang istri dalam waktu yang sama. Kalau salah satu istri meninggal, atau diceraikan, si laki-laki...