Longsor Susulan Terjadi Saat Evakuasi di Ponorogo Hari Ini

0
83
Alat berat sedang bekerja di lokasi longsor Ponorogo. (foto: BNPB)

PONOROGO – Insiden longsor susulan dengan skala kecil terjadi saat proses evakuasi berjalan di Desa Banaran, Kabupaten Ponorogo, sekitar pukul 13.15 WIB, Rabu.

“Lari, lari, longsor, longsor,” ucap warga bersahutan sembari lari menyelematkan diri, dikutip dari Antara.

Mendengar teriakan dan melihat banyak orang berhamburan turun ke permukiman, warga yang berada di sekitar lokasi ikut menyelamatkan diri, termasuk petugas keamanan. Tak sedikit dari mereka terjatuh dan terperosok lumpur, bahkan beberapa di antaranya menggendong anaknya untuk menjauhi lokasi dengan keadaan tergopoh-gopoh.

“Kami masih trauma dengan kejadian ini sehingga ada tanah bergerak sedikit sangat takut,” ucap Paiman, warga setempat.

Di tempat sama, salah seorang warga lainnya, Maryuda menceritakan longsor susulan terjadi secara tiba-tiba dan sempat bergerak turun beberapa meter. Meski hanya beberapa detik, namun karena tidak ingin terjadi apa-apa, warga yang melihat dan petugas berupaya menyelematkan diri meski harus melompat serta berlari di jalanan berbukit.

“Saya melihat tanahnya bergerak dan takut seperti kejadian Sabtu lalu. Makanya kami lari dan belum mau lagi ke sana,” katanya sembari sesekali menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

Longsor susulan berada tidak jauh dari sektor A pencarian, namun pergerakan tanah tidak sampai jauh dan terhenti beberapa meter dan tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Setelah peristiwa itu, kegiatan evakuasi menggunakan eskavator dihentikan sementara, khususnya di baik B dan C, sedangkan cuaca terpantau cerah dan sesekali mendung:

Pantauan di lokasi evakuasi, Tim SAR Gabungan terus berupaya mencari korban jiwa, termasuk puluhan anggota Kostrad TNI yang dikerahkan dengan membawa peralatan pencarian.

Sampai berita ini ditulis, belum ada tambahan jenazah yang ditemukan di hari kelima sehingga total korban masih tiga orang, masing-masing atas nama Katemi (70), Iwan (27) dan Sunadi (47).

Berikut data korban longsor Ponoroga hingga sore ini, Rabu 5 April 2017;

Belum ditemukan.
1. Litkusnin, Laki-laki, 60 tahun.
2. Bibit, Perempuan. 55 tahun.
3. Fitasari, Perempuan, 28 tahun.
4. Arda, Laki-laki, 5 tahun.
5. Janti, Perempuan, 50 tahun.
6. Mujirah, Perempuan, 50 tahun.
7. Purnomo, Laki-laki, 26 tahun.
8. Suyati, Perempuan, 40, tahun.
9. Poniran, Lak-laki, 45 tahun.
10. Prapti, Perempuan, 35 tahun.
11. Cikrak, Perempuan, 60 tahun.
12. Misri, Perempuan, 27 tahun.
13. Anaknya Misri, Perempuan, 3 tahun.
14. Situn, Perempuan, 45 tahun.
15. Tolu, Lak-laki, 47 tahun.
16. Katemun, Lak-laki, 55 tahun.
17. Pujianto, Lak-laki, 47 tahun.
18. Siyam , Perempuan, 40 tahun.
19. Nuryono, Lak-laki, 17 tahun.
20. Menik, Lak-laki, 45 tahun.
21. Kateno, Lak-laki, 55 tahun.
22. Muklas, Lak-laki, 48 tahun.
23. Jadi, Lak-laki, 40 tahun.
24. Suyono, Lak-laki, 35 tahun.
25. Suroso, Lak-laki, 35 tahun.

Korban yang ditemukan meninggal dunia.
1. Iwan Danang Suwandi, Lak-laki, 30 tahun.
2. Katemi, Perempuan, 70 tahun.
3. Sunadi, Lak-laki, 47 tahun.

EDITOR: Iwan S

Komentar

BACA JUGA

Disdik Jateng Fasilitasi Pindah Sekolah Siswa Yang Dikeluarkan SMAN 1 Semarang

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah memfasilitasi dua siswa yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang untuk melanjutkan pendidikan di SMA...

Terkait Siswa Yang Dikeluarkan, Disdik Anggap SMAN 1 Semarang Sesuai Prosedur

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan Jawa Tengah menyatakan langkah yang dilakukan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dengan mengeluarkan dua siswanya sudah sesuai prosedur. "Setiap...

Berikut Kronologi dari Orang Tua Yang Anaknya Dipaksa Mundur dari Sekolah

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Dua siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Semarang dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan menganiaya junior saat pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan. "Kebetulan,...

Dikeluarkan dari Sekolah Karena Diduga Aniaya Adik Kelas, Siswa Ini Mengadu ke Ombudsman

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Anindya Puspita Helga Nur Fadhila, Siswa SMAN I Kota Semarang yang dikeluarkan dari sekolah atas dugaan penganiayaan terhadap adik kelasnya akan mengadu...
Orang tenggelam

Terjatuh di Sungai Dekat Kampus, 2 Mahasiswa IPB Tewas Tenggelam

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak dua mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Jawa Barat, meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai yang berada di lingkungan kampus, Ahad...
loading...
Green Action - JRC 9

Green Action di Taman Harmoni, Sampah Jadi Emas

Warna Keputih, Sukolilo Surabaya, 6 tahun lebih yang lalu terbiasa dengan bau sampah yang menyengat. Bau busuk semakin menusuk kala hujan tiba. Namun, sejak beberapa...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...