Disnakertrans Temukan TKA di Pamekasan

PAMEKASAN, SERUJI.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemkab Pamekasan, Jawa Timur, menemukan adanya tenaga kerja asing (TKA) yang masuk Pamekasan dan menjadi pekerja di sejumlah perusahaan di wilayah itu.

Menurut Kepala Disnakartrans Pamekasan Arif Handayani di Pamekasan, Sabtu (19/5), temuan adanya tenaga kerja asing itu, setelah pihaknya melakukan pemantauan secara langsung ke sejumlah perusahaan di Pamekasan.

“Ada dua perusahaan di Pamekasan ini yang kami temukan mempekerjaan pekerja asing,” ujar Arif.

Kedua perusahaan itu, masing-masing perusahaan menara seluler dan es krim.

“Total tenaga kerja asing yang ada disini sebanyak tujuh orang,” katanya, menjelaskan.

Menurut Arif, jumlah tenaga kerja asing itu berkurang, mengingat pada 2017 jumlah tenaga kerja asing yang ada di Kabupaten Pamekasan tercatat sebanyak 9 orang.

“Informasinya kedua tenaga kerja asing itu telah pulang ke negaranya,” ujar Arif.

Sementara, terkait tujuh tenaga kerja asing yang hingga kini masih berada di Pamekasan, Arif menjelaskan, mereka dalam pengawasan khusus Disnakertrans Pemkab Pamekasan.

Ia juga menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan perusahaan yang memperkerjakan tenaga kerja asing tersebut, karena berdasarkan hasil wawancara dengan karyawan di perusahaan itu, mereka telah bekerja lebih dari satu tahun.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, mengenai keberadaan tenaga kerja asing di Pamekasan, terutama terkait izin tinggal dan kelengkapan dokumen lainnya,” kata Kepala Disnakertrans Arif Handayani, menjelaskan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER