BNPB Turunkan Drone Untuk Memetakan Longsor Ponorogo

PONOROGO – Memasuki hari ke tiga, longsor yang melanda Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kec. Pulung Kab. Ponorogo pada Sabtu (1/4) menyebabkan setidaknya 4 RT terdampak. Besarnya area longsor berdampak juga pada banyaknya rumah yang mengalami kerusakan. Untuk melihat longsoran secara detail tim dari BNPB, PVMBG dan BIG menurunkan drone/pesawat tanpa awak guna melakukan pemetaan.

Hasil dari pemetaan ini nantinya digunakan untuk menjelaskan lebih detail mengenai luas dan dampak longsoran.

“Pada sisi yang lain, dengan menggunakan drone dapat dilihat secara langsung kemungkinan ada titik-titik lainnya yang berpotensi longsor susulan,” tulis BNPB dalam keterangan tertulis, hari ini, Senin (3/4) di Jakarta.

Hingga saat ini Senin (3/4), upaya pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan oleh tim gabungan dari BNPB, BPBD,Basarnas, TNI, Polri dan relawan. Guna mengoptimalkan pencarian, sebanyak 7 (tujuh) alat berat dikerahkan yang terbagi ke dalam 3 zona yaitu 3 di atas, 2 di tengah dan  2 di bagian bawah. Pihak kepolisian juga menerjunkan anjing pelacak untuk mendeteksi titik-titik yang kemungkinan ada korban tertimbun. Sejauh ini pencarian belum membuahkan hasil.

Berdasarkan laporan dari BPBD Ponorogo jumlah korban meninggal yang telah ditemukan sejauh ini 2 orang dan 26 lainnya masih hilang. Pengungsi hingga sekarang di tampung di rumah kepala desa dan beberapa di rumah sanak saudara mereka. Medan yang berat dan ketidakadaan sinyal komunikasi cukup menyulitkan para relawan untuk melakukan komunikasi di lapangan. Kendala lain yang dijumpai adalah cuaca yang kurang bersahat, dimana menjelang siang hujan turun sehingga proses pencarian dihentikan demi keselamatan.

Pemerintah Kabupaten  Ponorogo telah menetapkan status tanggap darurat selama  14 hari. Pemda juga mengkaji kemungkinan akan melakukan relokasi terhadap masayarakat terdampak ke tempat yang lebih aman.

EDITOR:Iwan Setiadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Wanita Muda Kaki Sering Kesemutan dan Perut Bagian Bawah Sakit, Gejala Apa?

Dokter, sudah 4 hari ini kaki saya terasa kebas dan gampang kesemutan. Juga perut saya bagian bawah terasa sakit. Kira-kira sakit apa ya dok?

5 Gili Paling Indah di Lombok Selain Gili Trawangan

Lombok enggak melulu soal Gili Trawangan karena ada gili-gili lainnya yang enggak kalah menarik untuk dikunjungi.

Orang Lebih Suka Cari Rumah Saat Sedang Bekerja

Berdasarkan traffic pengunjung portal properti Lamudi.co.id, ternyata waktu favorit masyarakat mencari rumah adalah saat di hari kerja, yakni pada hari Selasa hingga Kamis mulai pukul 10.00 pagi sampai 14.00 siang.

Nilai Nadiem Belum Layak Jadi Menteri, Driver Online: Lebih Baik Fokus Besarkan Gojek

Rahmat menilai, Nadiem belum layak menjadi menteri. Contoh skala kecil saja, dalam menjalankan bisnisnya di Gojek, Nadiem belum mampu mensejahterakan mitra nya, para driver online, baik yang roda dua maupun roda empat.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Demokrasi di Minangkabau