Asep mengaku, saat kejadian ia tengah berada di rumah yang berada persis di belakang garasi penitipan mobil. Tak lama berselang, tembok garasi jebol dan air disertai lumpur meluap ke permukiman.

“Saya langsung evakuasi orang-orang dan barang-barang di rumah. Pas selesai, saya langsung ke garasi dan mobil saya tertumpuk dengan mobil lainnya,” kata dia.

Tak hanya tertumpuk, beberapa mobil pun terbawa arus banjir hingga ke permukiman warga. Jalur menuju ke permukiman pun terputus akibat lumpur tebal hingga mencapai ketinggian 50 cm.

Sementara itu, anggota Rescue Damkar PB Kota Bandung, Totoy Yuhasmana mengatakan, saat meninjau lokasi tertumpuknya mobil, ia mencium aroma bensin. Pihaknya langsung meminta kepada pemilik garasi dan warga sekitar, agar tidak menyalakan api.

“Pas saya ke sana, bau bensin. Kami langsung meminta warga yang ada di sekitar untuk tidak merokok di sekitar lokasi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Dari laporan sementara yang diterimanya, terdapat delapan motor yang tengah terparkir ikut hanyut. Totoy menyebutkan, air kiriman itu berasal dari luapan Sungai Cicabe. Air muncul dari saluran yang berada tidak jauh dari jalan nasional tersebut.

Saat ini petugas Damkar beserta polisi dan masyarakat masih membersikan lumpur yang menutup jalan. Damkar PB menerjunkan dua unit mobil air tank untuk menyemprot lumpur. (ARif R/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama