SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Aksi Bela Islam tanggal 2 Desember 2016, atau yang dikenal dengan sebutan “Aksi 212”, telah menjadi peristiwa fenomenal yang tidak saja mengguncang Indonesia tapi juga membuat takjub dunia.

Aksi yang diperkirakan diikuti oleh 7 juta lebih peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia tersebut berjalan dengan sangat damai, tanpa sedikitpun aksi kekerasan, dan diluar perkiraan banyak orang.

Peristiwa menggetarkan ini diangkat kembali oleh rumah produksi Warna Pictures lewat film layar lebar perdananya yang berjudul “212, The Power of Love”.

Warna Pictures yang berdiri tahun 2010 merupakan rumah produksi yang awalnya mengkhususkan diri memproduksi film-film dokumenter. Sejak tahun 2016, rumah produksi ini mulai membuat film cerita.

Film “212 The Power of Love” diproduseri dan disutradarai oleh Jastis Arimba, yang selama ini lebih dikenal luas dalam karya film dokumenter, dengan konsultan producer Ustadz Erick Yusuf.

Skenario ditulis oleh Ali Eounia, Jastis Arimba dan disupervisi oleh sastrawan dan penulis terkemuka Helvy Tiana Rosa.

Film yang berkisah tentang perjalanan seorang pemuda yang awalnya skeptis pada Islam ini –diperankan aktor Fauzi Baadila, rencananya akan tayang di bioskop Indonesia pada akhir Januari 2018.

Film ini bukan tentang gerakan politik, atau kisah cinta biasa, melainkan tentang hubungan antar manusia dan cinta kepada Tuhannya yang terangkai dalam momen aksi 212.

“Dan seperti juga 212 yang merupakan aksi damai, film ini juga membawa pesan damai dari umat Islam Indonesia,” ungkap Jastis Arimba.

Selain diangkat ke layar lebar, “212 The Power of Love” juga akan dibuatkan Novelnya, yang akan ditulis langsung oleh novelis handal Benny Arnas dan Helvi Tiana Rosa. 

(ARif R)

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama