Duduki Puncak Peringkat ATP, Federer Pecahkan Rekor

AMSTERDAM, SERUJI.CO.ID – Roger Federer menambahi rekor lain di koleksi rekornya, ketika ia dipastikan menjadi petenis tertua yang menduduki peringkat satu dunia ATP berkat keberhasilannya mengalahkan petenis Belanda Robin Haase dengan skor 4-6, 6-1,6-1 untuk mencapai semifinal di Rotterdam pada Jumat (16/2).

Belum lama setelah memenangi gelar Grand Slam ke-20nya di Melbourne bulan ini, Federer menggunakan “wildcard” untuk tampil di ajang ABN AMRO Tenis Dunia, dengan satu matanya mengincar untuk kembali merebut peringkat pertama dunia untuk pertama kalinya sejak November 2012.

Perlu untuk mencapai setidaknya empat besar untuk menyalip rival beratnya Rafael Nadal, Federer sempat sedikit gugup pada pertandingan perempat final yang dimainkan di kota pelabuhan Ahoy Arena, kehilangan serve pada game kesembilan dalam perjalanannya untuk kalah pada set pertama.

Namun petenis Swiss berusia 36 tahun itu, yang seperti biasanya ia lakukan, menaikkan tekanan untuk menghancurkan Haase.

Ketika Haase melakukan “double fault” pada match point dan setelah awalnya menahan untuk melakukan selebrasi, Federer duduk di kursinya dan terlihat berkaca-kaca saat prestasinya dipastikan tercapai, ketika sebagian penggemar petenis Swiss itu memberikan tepuk tangan.

“Mencapai peringkat satu merupakan salah satu, bukan satu-satunya pencapaian utama di olahraga kami,” kata Federer di lapangan setelah diberikan plakat simbol peringkat satu oleh mantan juara Wimbledon asal Belanda Richard Krajicek, yang merupakan direktur turnamen.

“Terkadang pada awalnya Anda bisa berada di sini karena Anda bermain begitu baik, namun kemudian Anda harus berjuang untuk itu dan harus merebutnya kembali dari seseorang yang layak berada di sini. Ketika Anda bertambah tua, Anda mungkin harus melipat gandakan usaha Anda. Hal ini mungkin yang paling berarti dalam karier saya.”

Federer, yang karier gemilangnya terpicu kembali sejak absen enam bulan pada 2016, telah memenangi tiga dari lima grand slam setelah melalui lima tahun tanpa memenangi satu pun.

Salah satu pencapaian terbaik pada fase akhir karier yang pernah ditorehkan oleh petenis putra maupun putri, berarti dirinya melampaui Andre Agassi, yang sebelumnya menjadi petenis tertua di daftar peringkat ATP.

Petenis AS Agassi berusia 33 tahun ketika ia menduduki posisi puncak pada 2003.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER