Mitos: Berhenti Olahraga di Usia Lanjut karena Takut Jatuh dan Patah

Oleh: Irsyal Rusad, Sp PD, MH

“Saya takut jatuh dan tulangnya patah, Dok. Saya lihat beberapa tetangga saya jatuh dan tulangnya kemudian patah,” cerita seorang pasien diabetes melitus usia 75 tahun ketika saya anjurkan untuk lebih aktif dan berolahraga.

Jatuh, kemudian tulang cidera atau patah memang sering dialami oleh kelompok penduduk usia tua atau lanjut.

Penelitian di Australia menunjukkan bahwa satu dari tiga kelompok usia 65 tahun ke atas pernah jatuh dalam satu tahun. Semakin tua usia seseorang akan semakin besar pula kemungkinan mereka jatuh dengan berbagai macam komplikasi. Tidak salah juga banyak dari mereka yang kemudian takut olahraga karena kekhawatiran seperti itu, yang memang dilihat atau dialami sendiri oleh keluarganya.

Tdak hanya para orang tua yang takut melakukan aktivitas fisik memadai, olahraga. Bahkan keluarga, anak-anak mereka juga sering melarang orangtuanya, tidak hanya untuk olahraga, aktivitas fisik, kegiatan sehari-hari saja mereka larang.

Dan, ungkapan seperti ini, “Bapak atau ibu saya ini susah dilarang, masih suka jalan ke sana ke sini, Dokter” sering saya dengar dari keluarga pasien waktu konsultasi. Maunya sang anak barangkali orangtuanya cukup duduk-duduk di depan TV atau tidur-tiduran saja.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER