SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menyelidiki dugaan penggelapan uang perusahaan senilai Rp6 miliar di PT Indopipe yang diduga dilakukan oleh mantan presiden direktur berinisial AHK.
“Penyelidikan dugaan penggelapan uang perusahaan PT Indopipe menindaklanjuti laporan dari pihak direksi yang dilayangkan pada bulan Mei lalu,” ujar Kepala Sub Direktorat II Harta Benda dan Bangunan Tanah Direktorat Rerserse Kriminal Umum Polda Jatim Ajun Komisaris Besar Polisi Yudhistira Midyahwan kepada wartawan di Surabaya, Kamis (13/7).
Dia mengatakan Direksi PT Indopipe yang berkantor pusat di Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur, sebenarnya telah berupaya menyelesaikan kasus penggelapan uang perusahaan tersebut dengan mantan presiden direktur berinisial AHK, namun yang bersangkutan dirasa tidak ada itikad baik mengembalikannya.
“Sehingga akhirnya dipilih penyelesaian melalui jalur hukum,” katanya.
Menindaklanjuti laporan kasus tersebut, Yudhistira mengatakan telah beberapa kali melayangkan panggilan kepada AHK untuk dilakukan pemeriksaan.
“Surat pemanggilan telah kami layangkan beberapa kali di rumahnya, Wisma Medokan Ayu RT 08 RW 08 Rungkut Surabaya, tapi sampai sekarang yang bersangkutan tidak pernah datang,” ujarnya.
Informasi yang diterima polisi, AHK sedang sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Internasional (HCOS) Surabaya.
“Kami dikabari oleh pengacaranya bahwa yang bersangkutan sedang pasang ring jantung di Rumah Sakit Internasional (HCOS) Surabaya,” katanya.
Namun menurut dia hingga kini Polda Jatim belum mendapat surat keterangan sakit dari pihak dokter atau Rumah Sakit Internasional HCOS Surabaya.
“Tapi kami sudah kirim petugas untuk ngecek kebenarannya ke Rumah Sakit Internasional HCOS Surabaya,” ujarnya.
Menurut dia, AHK kalau memang benar sakit seharusnya menyertakan surat keterangan dari Rumah Sakit atau Dokter untuk dikirim ke penyidik Polda Jatim.
Dia memastikan kepolisian akan menoleransi seandainya AHK memang benar sakit dan akan membuatkan jadwal pemeriksaan di lain hari menunggu kesehatannya pulih.
“Makanya saat ini kami sudah kirim petugas untuk ngecek kebenaran sakitnya di Rumah Sakit Internasional HCOS Surabaya,” ucapnya. (Hrn)
