PONTIANAK – Pada Ahad (14/5/2017) digelar “Aksi 1000 Lilin untuk Ahok” di beberapa tempat di Kalimantan Barat sebagai bentuk dukungan kepada Ahok.
Di Kabupaten Sintang, sekitar ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Masyarakat Sintang yang terdiri dari Front Pembela Dayak, Pemuda Katholik, GMKI, PMKRI, Kalangan Umat Gereja, Aliansi Mahasiswa Islam, dan organisasi mahasiswa se Kabupaten Sintang melakukan aksi 1000 lilin di Taman Entuyut, Jalan PKP Mujahidin Tugu BI Sintang Kota, mulai pukul 18.00 WIB.

Mereka menuntut agar Ahok segera dibebaskan. Tampak hadir di tengah massa, Ketua DPRD Kab. Sintang Jefray Edward, yang juga selaku Ketua Dewan Adat Dayak, memberikan orasi pada saat aksi berlangsung.

Di Pontianak, ratusan massa aksi berkostum merah berkumpul di Taman Digulis Untan, jelang senja. Mereka juga merencanakan aksi seribu lilin sebagai bentuk dukungan kepada Ahok. Namun massa kemudian dibubarkan karena sudah melewati batas sampai pukul 18.00 WIB.
Namun ternyata ada lagi kelompok massa yang mau coba-coba seusai waktu magrib. Sebagian massa memang mencoba bertahan, ditambah yang terus berdatangan dengan rencana aksi menyalakan lilin. Berlangsung hingga pukul 19.00.
Polisi dan TNI mencoba membubarkan paksa. Namun mereka bersikeras bertahan di sekitar lokasi. Kendaraan taktis Polda Kalbar berupa water cannon bergerak untuk menembakkan air, membuat massa yang tersisa bubar tunggang langgang dari Taman Digulis.
Massa terdesak ke lapangan parkir taman dan halaman kantin Untan. Aparat keamanan terus menghalau massa yang masih mencoba berada di lokasi. Massa akhirnya benar-benar membubarkan diri.
Dari “Aksi 1000 Lilin untuk Ahok” di berbagai tempat di Kalimantan Barat akhirnya hanya meninggalkan sampah berupa kerak lilin yang bertebaran di jalan setelah aksi berlangsung. Masyarakat sangat khawatir dengan bekas – bekas lilin yang ada di jalan karena akan mengganggu pengendara motor akibat lintasan menjadi licin.

CJ & FOTO: Muhammad Alfin Noor
EDITOR: Iwan Y

Alhamdulillah, aparat sdh mulai “berani”…