JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali merilis hasil survei terkait elektabilitas partai politik menjelang Pemilu 2019.
Dalam rilis hasil survei yang diterima SERUJI, Selasa (8/5), LSI membagi elektabilitas parpol dalam hasilnya surveinya menjadi empat divisi.
“Berdasarkan survei, elektabilitas partai politik peserta Pemilu terbagi menjadi empat divisi yaitu divisi utama, divisi menengah, divisi bawah dan divisi nol koma,” ujar peneliti LSI Denny JA Adrian Sopa dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, Selasa (8/5).
Divisi utama adalah parpol dengan perolehan suara di atas 10 persen atau yang akan memperebutkan posisi nomor satu di parlemen. Divisi menengah adalah parpol dengan perolehan suara di bawah 10 persen yang memenuhi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) empat persen.
Sementara divisi bawah adalah parpol yang perolehan suaranya di bawah PT empat persen dan masih berjuang untuk dapat memastikan diri masuk parlemen pada Pemilu 2019. Sedangkan divisi nol koma adalah partai-partai dengan perolehan suara tidak mencapai satu persen dan harus bekerja ekstra keras guna masuk parlemen di Pemilu 2019 mendatang.
Dari hasil survei yang dilakukan dari tanggal 28 April hingga 5 Mei tersebut, terdapat 3 partai politik yang perolehan elektabilitasnya diatas 10 persen.
PDI Perjuangan menempati urutan pertama dengan elektabilitas 21,70 persen. Disusul Partai Golkar dengan 15,30 persen dan diposisi ketiga Gerindra dengan elektabilitas 14,70 persen.
Masih tingginya elektabilitas PDI Perjuangan ini, walau terkena isu keterlibatan kader utamanya dalam kasus mega korupsi KTP elektronik (KTP-el), disebabkan pengaruh Jokowi yang terasosiasi ke PDI Perjuangan, sebagai capres yang diusung.
Dalam survei yang menggunakan metode multistage random sampling, dengan wawacara tatap muka langsung dengan menggunakan kuesioner pada 1200 responden, juga diteliti pengaruh pencapresan terhadap eletabilitas partai politik. (ARif R/Hrn)
