Kerawanan Pelanggaran Pemilu di Sultra Masuk 10 Besar Nasional

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Tingkat kerawanan pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) relatif tinggi. Hingga pekan ini, berdasarkan prediksi pihak terkait di Pusat, kerawanan pelanggaran Pemilu di Sultra masuk 10 besar nasional.

“Kerawanan pelanggaran Pemilu di Sultra masuk 10 besar nasional. Untuk itu kami akan melakukan berbagai cara menekan angka pelanggaran hingga ke titik terendah. Itu sebabnya kami kumpulkan semua komisioner KPU se-Sultra di Kendari, lalu melakukan evaluasi di berbagai bidang secara menyeluruh dan tuntas,” ujar Ketua KPU Sultra La Ode Abdul Natsir, ditemui di Kendari, Jumat (21/12).

La Ode Abdul Narsir yang juga dosen di Universitas Halu Oleo itu mengaku tingginya angka prediksi pelanggaran Pemilu di daerahnya karena berbagai sebab, salah satu diantaranya karena relatif tingginya pengaduan pelanggaran Pemilu di Sultra yang dilaporkan warga ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta.

Hingga Desember ini pengaduan itu mencapai 23 laporan dan langsung ditindaklanjuti.

Pihak DKPP pun mengingatkan KPU Sultra agar pengaduan warga ditekan dengan cara profesional.

Itu makanya, kata La Ode, walaupun penyelenggaraan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) masih relatif panjang waktunya, KPU Sultra sudah siap melaksanakannya,

KPU Sultra ingin memanfaatkan waktu yang tersisa dengan mengevaluasi semua kegiatan yang berhubungan dengan Pemilu 2019.

“Kami inginkan hasil akhir yang baik, tanpa cela, tanpa pelanggaran berarti. Kami ingin meninggalkan KPU ini nantinya dengan nama harum dan diingat masyarakat,” pungkasnya. (AH/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Goenawan Mohamad, Nyaplok JP dan Ngobok-obok PAN

Setelah berhasil mengobok-obok dan mencaplok Jawa Pos, Goenawan Mohamad (GM) sekarang mengalihkan operasinya dengan mengobok-obok PAN (Partai Amanat Nasional).

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER