JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Istilah “pelakor” kembali naik ke permukaan di tahun 2026, kali ini dengan wajah baru yang bikin heboh: Gen Z! Media sosial dipenuhi konten pengakuan, sindiran halus, hingga pembelaan diri dari generasi muda yang terseret dalam relasi asmara segitiga. Fenomena ini bukan lagi sekadar gosip, tapi telah menjadi TREND SOSIAL yang membelah opini publik!
Pelakor Gen Z: Beda dari yang Dulu!
Berbeda dengan era sebelumnya di mana “pelakor” (perebut laki orang) cenderung sembunyi-sembunyi dan malu, pelakor Gen Z justru tampil lebih terbuka. Sebagian bahkan muncul dengan percaya diri di TikTok, Instagram, hingga X (Twitter), dengan narasi yang beragam:
- “Aku gak tahu dia udah punya pacar kok!”
- “Sama-sama dewasa, kan bisa pilih sendiri”
- “Cinta nggak bisa dipaksa”
- “Kalau dia bahagia sama pacarnya, ngapain chat aku?”
Narasi-narasi ini menuai reaksi keras dari netizen yang menilai terjadi normalisasi peran orang ketiga dalam hubungan.
Konten Viral yang Bikin Heboh
Konten bertema “pelakor Gen Z” merajai timeline media sosial dengan berbagai format:
1. “Aku Bukan Pelakor” Series
Video-video di mana seseorang bercerita kenapa mereka tidak merasa bersalah menjadi orang ketiga, dengan alasan “tidak tahu” atau “tidak sengaja”.
2. Cerita dari Sudut Pandang Orang Ketiga
Konten yang menceritakan kisah dari perspektif “pelakor” sendiri, sering kali dengan nada pembelaan diri atau bahkan bangga.
3. “Red Flag Pasangan Orang”
Tutorial atau tanda-tanda bahwa orang yang kamu taksir/pacari ternyata sudah punya pasangan resmi.
4. Story Time Dramatis
Cerita-cerita dengan plot twist tentang hubungan segitiga yang dikemas secara dramatis untuk mengundang engagement.
Konten-konten ini dikonsumsi jutaan penonton dan algoritma media sosial dengan senang hati mempercepat penyebarannya!
