“Tenggelamkan!” Yang Populer di Era Susi Pudjiastuti, Bakal Hilang di Era Edhy Prabowo


BATAM, SERUJI.CO.ID – Kata “Tenggelamkan!” sangat populer saat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) dijabat Susi Pudjiastuti. Kata tersebut merujuk pada kebijakan tegas Susi yang menenggalamkan kapal asing ilegal pencuri ikan di perairan Indonesia.

Namun, “Tenggelamkan!” yang selama 5 tahun belakangan akrab di telinga masyarakat, akan hilang pasca Susi tidak lagi menjabat sebagai Menteri KKP, digantikan politisi Gerindra, Edhy Prabowo.

Edhy yang dipercaya sebagai Menteri KKP oleh Presiden Jokowi di Kabinet Indonesia Maju, menegaskan bahwa ia tidak akan menerapkan lagi kebijakan penenggalaman kapal asing ilegal yang tertangkap di perairan Indonesia.

“Tidak ada lagi penenggelaman kapal, saat ini kita lebih fokuskan pada pembinaan terhadap nelayan kita,” kata Edhy saat mengunjungi Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), di Jembatan II Barelang Batam, Kepulauan Riau, Rabu (13/11).

Edhy mengatakan, penenggelaman kapal merupakan terobosan yang baru dan sangat bagus yang digagas mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti. Hanya saja di kepemimpinannya, Edhy lebih fokus pada pembinaan terhadap nelayan Indonesia.

Namun, imbuh Edhy, bagi kapal ilegal asing yang bandel dan lari saat pemeriksaan di tengah laut, pihaknya tak akan segan untuk menenggelamkan.

“Sedangkan untuk kapal-kapal hasil penangkapan yang ada di dermaga PSDKP Batam Barelang, nantinya yang sudah inkrah akan dimanfaatkan untuk nelayan kita,” jelas Edhy.

Edhy menegaskan bahwa kapal-kapal asing yang tertangkap dan masih bagus, nanti melalui prosedur yang ada, akan diberikan kepada nelayan. Tidak ditenggelamkan sebagaimana kebijakan era Susi Pudjiastuti.

“Jadi artinya tidak ada yang akan ditenggelamkan, yang ditenggelamkan itu kapal yang lari, di pelabuhan ini tidak ada yang ditenggelamkan,” tukas Edhy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close