Inilah Pesan Terakhir Sertu Ichwan Sebelum Gugur di Lebanon kepada Istrinya

MAGELANG, SERUJI.CO.ID – Sehari sebelum gugur dalam ledakan di Bani Hayyan, Lebanon Selatan, Sertu Muhammad Nur Ichwan mengirimkan pesan panjang kepada istrinya, Hanadita Anjani. Isinya sederhana namun kini terasa seperti pamitan: ucapan terima kasih karena menjadi istri yang baik, dan karena menjadi ibu bagi putri kecil mereka yang baru berusia tujuh bulan.

Anjani (26) mengungkapkan hal itu kepada wartawan di rumah duka di Dusun Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Tenda dan liang lahat sudah disiapkan warga, menunggu kepulangan jenazah yang dijadwalkan tiba Kamis (2/4/2026) — atau paling lambat Jumat (3/4) sesuai target Mabes TNI.

Prajurit Perawat, Bukan Kombatan

Sertu Ichwan lahir 12 Mei 2000 di Dusun Deyangan, Magelang. Ia baru berusia 25 tahun saat gugur. Berbeda dari rekan-rekannya yang berlatar infanteri, almarhum bertugas sebagai tenaga kesehatan — jabatannya di Lebanon adalah Bakes (Bintara Kesehatan) Kompi B Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL. Ia dikirim ke Lebanon sejak April 2025 dari kesatuannya, Kesdam IX/Udayana, Bali, di mana ia berdinas sebagai Bakesdam.

Seorang prajurit perawat yang pergi ke zona konflik bukan untuk bertempur, melainkan untuk merawat. Dan ia gugur bukan karena pertempuran langsung, melainkan karena ledakan yang menghantam konvoi saat ia menjalankan tugas menjemput jenazah rekannya.

Bayi yang Baru Sekali Ditemuinya

Putri Sertu Ichwan lahir ketika ayahnya sudah berangkat bertugas ke Lebanon. Dalam setahun penugasan, almarhum hanya sempat pulang sekali dan bertemu sang bayi satu kali saja. Kini bayi itu berusia tujuh bulan, dan tidak akan pernah mengenal ayahnya.

Warga Deyangan mengenang Sertu Ichwan sebagai sosok santun dan baik hati. Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Inf Afrizal Rakhman mengonfirmasi bahwa almarhum tergabung dalam UNIFIL dan jenazahnya masih dalam proses evakuasi dari Lebanon.

Latar belakang: Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur bersama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar pada Senin (30/3/2026) ketika konvoi Task Force Bravo Indobatt terkena ledakan di Bani Hayyan. Konvoi tersebut sedang dalam misi menjemput jenazah Praka Farizal Rhomadhon yang gugur sehari sebelumnya di Adchit Al Qusayr. KSAD secara resmi mengumumkan nama ketiganya melalui poster belasungkawa resmi di akun @tni_ad pada Selasa 31 Maret 2026. UNIFIL menegaskan investigasi atas kedua insiden masih berlangsung.


Disclaimer: Data dikutip dari Detik, Tribun Sumsel, Kabar Magelang, dan Tribun Jogja, 31 Maret–1 April 2026.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER