Nilai Jokowi Tak Punya Keberanian Bersihkan Konflik Kepentingan, Bagini Alasan Rizal Ramli

37
603
  • 152
    Shares
Rizal Ramli.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli, menilai banyak konflik kepentingan yang bermain di sekitar Presiden Jokowi, yang tampak dibiarkan oleh Presiden.

Dituturkan oleh Rizal Ramli yang juga pakar ekonomi ini, semasa ia menjabat Menko Maritim, puluhan trilliun uang negara bisa diselamatkan dengan jalan mengurangi potensi konflik kepentingan.

“Dulu Menko Rizal Ramli, dengan kepretennya, sebagai upaya konkrit revolusi mental, mengurangi potensi ‘konflik kepentingan’ para pejabat termasuk JK (wapres, red),” kata Rizal lewat akun twitternya @RamliRizal, Jumat (7/9) malam.

Baca juga: Terkait Impor Beras, Rizal Ramli: Pemerintah Jangan Jadi Raja Tega Pada Petani

Rizal menyebut, setelah ia tidak lagi berada dalam kabinet, konflik kepentingan tidak dapat dicegah oleh Presiden. “Hari ini Pres @jokowi membiarkan berbagai konflik kepentingan bermain disekitarnya,” katanya.

Menurut Rizal, bakal calon Presiden yang berpasangan dengan bakal calon Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin ini, sesungguhnya adalah sosok yang baik.

“Mas jokowi orang baik, keluarganya tidak neko-neko, ndak cawe-cawe bisnis negara,” ujarnya.

Namun, walau Jokowi dinilai orang yang baik, Rizal menganggap Jokowi tidak memiliki keberanian mencegah konflik kepentingan di sekitranya.

Baca juga: Rizal Ramli: Kebijakan Negara Pro Pengusaha Besar

“Tetapi mas Jokowi tidak mempunyai keberanian untuk membersihkan lingkungannya dari potensi ‘konflik kepentingan’,” lugas Rizal Ramli.

Karena itulah lanjut Rizal, pihaknya khawatir jika Jokowi kembali memenangkan Pilpres 2019 mendatang.

“Tanpa keberanian itu, kami khawatir, 2019-2024, hanya akan menjadi suatu ‘pesta besar’,”pungkasnya. (ARIf R/Hrn)

37 KOMENTAR

    • Terkadang orang diharapkan di sanjung di puja sebenarnya mengecewakan tp orang yg terbuang karna kejujuran dan talenta cemerlang malah dibuli. Ga usah menilai orang baca sejarah dari jaman kolonial aampe kohwi rezim mana yg bisa membayar utang. Coba pelajari. jgn banyak buly ..yg mampu mengurangi hutang lah pemerintahan paling bagus. Menurutku. Dlm teori ekonomi .perusahaan kuat kalo suatu perusahaan punya cadangan 250% dari oprasional perusahaan. Begitu jg dgn negara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU