Mabes Polri akan Investigasi Laporan Pengaduan FPI


Jakarta, Seruji.com—Laporan pengaduan Front Pembela Islam soal tuntutan pencopotan Kapolda Jawa Barat akhirnya diterima Mabes Polri. Tuntutan FPI ini diterima oleh Brigjen Rikwanto, Karopenmas Polri.

Rombongan FPI ini diterima di Gedung Baharkam Mabes Polrisekitar pukul 11.45 WIB. Ada sekitar 20-an orang, perwakilan FPI yang masuk dalam pertemuan itu. Dari Polri, selain Brigjen Rikwanto, juga hadir Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Mabes Polri Kombes Budi Widjanarko.

“Alhamdulillah kita diterima Brigjen Rikwanto mewakili institusi Mabes Polri,” kata Munarman.

“Pihak Polri, kata Brigjen Rikwanto akan menindaklanjuti laporan kita, termasuk melakukan investigasi,” tambah Munarman usai pertemuan dengan petinggi Polri.

Hasil pertemuan dengan petinggi Polri itu disampaikan langsung oleh Munarman kepada massa yang menunggu di luar lewat mobil komando.

Usai menyampaikan laporan tersebut, massa diminta bubar dan kembali ke Masjid Agung Al Azhar untuk shalat Zuhur. (ucuy/nael)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

close