Foto Pramuka Makan Beralaskan Tanah, Kwarcab: Itu Hukuman

13
592
Foto anggota pramuka makan beralaskan tanah yang viral di sosmed.

TANGERANG – Menanggapi sebuah foto Pramuka makan beralaskan tanah dan rumput, Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Tangerang mengakui bahwa foto tersebut diambil disebuah kegiatan yang mereka adakan. Dan itu adalah bentuk hukuman pada peserta yang melakukan pelanggaran.

“Kami klarifikasikan bahwa semua itu hanya trik hukuman yang diberikan kepada peserta, karena pelanggaran disiplin jam Ishoma (Istirahat, Sholat dan Makan) yang tidak sesuai jadwal,” kata Dadang Sudrajat Sekretaris Kwarcab Pramuka Kabupaten Tangerang dalam siaran pers yang dikirim ke media, Sabtu (25/3).

Dadang menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengkaderan dan pelantikan anggota baru Saka Wira Kartika Koramil-13/Kronjo, yang dilaksanakan di Buper Pantai Satuan Radar 211 TNI-AU pada 17-19 Maret 2017.

Hal tersebut dilakukan panitia (Sangga Kerja) setelah minta petunjuk dari Pamong Saka yg bertanggung jawab di lapangan.

“Kami yang bertanggung jawab atas kegiatan ini mohon maaf kepada semua unsur Pendidikan Kepramukaan dari atas hingga ke tingkat Kwaran, yang melihat postingan hasil upload peserta, yang entah maksudnya hanya iseng,” Dadang menjelaskan.

Dadang mengaku, pihaknya tidak ada maksud merendahkan nilai-nilai kepramukaan yang jelas melarang apa yang terlihat dalam postingan gambar. “Kami tahu dan kami mohon maaf atas semua yg terjadi di lapangan, yang jelas peserta tidak makan nasi yang kotor, semua sudah diatur sesuai jadwal,” kata dia.

EDITOR: Iwan S

13 KOMENTAR

  1. Hukumannya tidak mendidik sama sekali. Seperti mau meracuni diperintah santap makanan kotor. Mubazir pula buang makanan. Nanti bisa diikuti oleh para pramuka yang mendapat hukuman tersebut ke adik2 pramukanya. Para pembina itu harus ditegur dan dihukum.

  2. Saya juga ikut anggota pramuka, sewaktu masih aktif dari peserta didik sampek menjadi pendidik, belom pernah meresakan kek gitu, makan diduduk berbaris dan bersila ditanah sih pernah tp tetap pakai piring, enggak kek gitu juga. Parah betol tu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

verifikasi parpol tidak ganggu PAN

PAN: Verifikasi Parpol Tidak Ganggu Persiapan Pemilu

KUNINGAN, SERUJI.CO.ID - Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno menilai verifikasi parpol (partai politik) yang akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 28-30 Januari 2018,...
Soekarwo

Soekarwo: Jelang Pilkada Suasana Politik Jatim Akrab

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai suasana politik di Jatim akrab dan tidak ada perpecahan menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada...

DPD: Indonesia Berbagi Pengalaman Atasi Terorisme

HANOI, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Nono Sampono mengatakan Indonesia berbagi pengalaman mengatasi aksi terorisme dalam upaya mendorong langkah bersama mencegah kejahatan tersebut. Dalam...

PSI Galang Dana Publik Untuk Partai

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggalang dana donasi publik untuk pendanaan partai dan mendorong perbaikan iklim politik di Tanah Air. "Agar independen, hanya...
Anugerah Humas

Website ITS Sabet Juara II Anugerah Humas Perguruan Tinggi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil menyabet peringkat dua dalam ajang Anugerah Humas Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Koordinasi Perguruan...
loading...
fotozukifli

Paska Diperiksa, Ustadz Zukifli Muhammad Ali Diundang Live di TV Swasta Nasional

Berita tentang "penangkapan" ustadz baru-baru saja terjadi, dialami Ustadz Zukifli Muhammad Ali, yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA, lihat di berita...
tweet

Berjilbab Tapi Korupsi, Bukan Najwa Shihab

"Esensi Islam tidak terletak pada Pakaian yg dikenakan tapi pada Akhlak yg dilaksanakan (Gus Dur) Berhijab tp Korupsi, Najwa Sihab tak berhijab dapat Penghargaan Tokoh...
sumber: harianterbit

Peringatan 44 Tahun Peristiwa MALARI: Mengembalikan Reformasi yang Kita Mau

Pada 15 Januari 2018 lalu, bertepatan dengan 44 tahun Peristiwa 15 Januari 1974 yang lebih dikenal dalam catatan sejarah sebagai Peristiwa Malapetaka Lima Belas...