Persija Harap Keterlibatan Wasit Asing Selama Liga 1 2019

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Manajemen Persija Jakarta berharap keterlibatan wasit asing pada pertandingan Shopee Liga 1 musim 2019 termasuk saat pertandingan tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu dengan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (10/7).

“Saya sih berharap Liga 1 tahun ini pakai wasit asing tapi kenyataannya yang ada wasit lokal lagi,” kata Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko saat ditemui usai latihan di Lapangan Sutasoma, Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (8/7).

Namun, Ardhi tidak menjelaskan secara spesifik situasi maupun kelemahan dari wasit lokal yang ia maksud.

Sementara dari beberapa catatan Liga 1 musim 2019, wasit nasional Hanim Tohari, misalnya pernah menjadi kontroversi saat memimpin pertandingan antara PSS Sleman dan Kalteng Putra di Stadion Maguwoharjo, Ahad (7/7).

Pelatih Kalteng Putra Gomes de Oliviera menuding kinerja Hamim Tohari tidak adil saat timnya kalah 0-2 melawan PSS Sleman dalam laga pekan ketujuh Shopee Liga 1 2019.

Wasit nasional itu dituding membuat keputusan merugikan seperti mengesahkan gol offside yang dicetak pemain PSS ke gawang Kalteng Putra.

Selain itu, wasit Yudi Nurcahya pun menjadi kontroversial saat laga Persija Jakarta kontra PSIS Semarang, Ahad (26/5).

Saat itu wasit Yudi tak memberi pemain Persija penalti ketika pemain PSIS Semarang melakukan handball di kotak penalti.

Meskipun PSSI telah melakukan pemanggilan kepada tujuh wasit yang dianggap bermasalah di laga pekan ke-1 dan 2 Liga 1 2019, Manajer Persija Ardhi masih belum yakin dengan kemampuan wasit nasional.

“Di Indonesia kan susah kita mau bilang masalah wasit tapi wasitnya begitu,” katanya.

Laga Persija kontra Persib dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (10/7/2019) pukul 15.30 WIB

Hingga pekan kedelapan Liga 1/2019, Persija Jakarta berada di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan raihan lima poin. Sementara Persib Bandung berada satu tingkat di atas Persija dengan mengumpulkan enam poin.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER