Dengan Niat, Derajat Diangkat

0
158

Oleh: KH. Luthfi Bashori*

Niat seseorang itu akan menjadikan sah atau tidaknya ibadah yang ia kerjakan. Jika ada orang yang mengerjakan shalat, zakat atau puasa maupun haji, namun ia tidak berniat untuk menjalankan ibadahnya, maka ibadahnya itupun akan menjadi sia-sia dan tidak mendapatkan pahala.

Dalam urusan yang sunnah, maka sangat perlu seorang muslim itu selalu berniat ibadah, karena niat tersebut dapat membedakan suatu amalan itu termasuk bernilai ibadah atau hanya kebiasaan seseorang.

Misalnya, ada orang yang tidak makan dan tidak minum sejak adzan Subuh hingga adzan Maghrib, jika ia berniat puasa, maka akan mendapatkan pahala ibadah puasa, namun jika tidak makan dan tidak minumnya itu hanya karena tidak ada makanan dan minuman, atau karena tidak mampu membelinya, maka sekalipun ia tidak makan dan tidak minum sejak adzan Subuh hingga adzan Maghrib, maka ia termasuk orang yang kelaparan, dan tidak bisa disebut sebagai orang yang sedang beribadah puasa dan mendapat pahala puasa dengan kelaparannya itu, kecuali jika ia sengaja berniat untuk berpuasa.

Diceritakan bahwa seorang lelaki mendatangi ulama dan bertanya, “Siapa yang bisa menunjukkan kepada suatu amal yang aku selalu mengerjakannya karena Allah. Sesungguhnya aku ingin kiranya selalu beramal karena Allah di setiap saat pada malam dan siang hari.”

Dikatakan kepadanya, “Engkau telah mendapatkan keinginanmu. Kerjakanlah kebaikan sesuai kemampuanmu. Apabila engkau mengurangi atau meninggalkannya, maka berniatlah untuk mengerjakannya. Karena orang yang ingin beramal shaleh itu seperti pelakunya. Amal yang disertai niat memiliki keistimewaan dibanding perbuatan hewan-hewan dan orang gila yang tidak berakal.”

Niat seorang mukmin itu lebih baik daripada beramal yang tanpa disertai niat. Jangan merasa ragu untuk berniat ibadah terhadap sesuatu yang mubah (amalan biasa). Misalnya saat akan makan maka diniati agar dapat menguatkan badan hingga bisa membantu dirinya saat melaksanakan shalat dan berpuasa. Makan makan dengan niat seperti ini akan bernilai ibadah.

Dulu ada orang bertanya kepada Imam Ibnu Aqil, “Bagaimana jika ada orang yang niat mencelupkan seluruh badannya di dalam air (niat mandi junub), tapi ia ragu apakah mandinya sah atau tidak. Apa pendapatmu tentang hal itu?”

Imam Ibnu Aqil menjawab, “Pergilah dan katakan padanya: “Engkau tidak wajib shalat.”

Orang itu berkata, “Bagaimana bisa begitu?”

Imam Ibnu Aqil menjawab, “Karena Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pena diangkat (dosa yang tidak ditulis) dari tiga macam orang, di antaranya: Dari orang gila hingga ia sadar. Orang yang mencelupkan dirinya di dalam air berkali-kali tapi ia ragu apakah ia terkena air, maka ia adalah orang gila (tidak wajib mandi lagi).”

*) KH. Luthfi Bashori, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, yang juga Alumni Ma’had Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki di Makkah Al Mukarramah. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah MWC NU Singosari Malang merangkap sebagai Aktifis Komisi Hukum & Fatwa MUI Kab. Malang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bayi Kembar Siam Asal Ternate Meninggal Dunia

SURABAYA, SERUJI.CO.ID -  Bayi kembar siam asal Ternate, Maluku Utara, Khalisa Soetomo Tjan, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya, Jumat (22/6) karena...
Sudrajat-Syaikhu

Jelang Debat Publik Ketiga, Pasangan Asyik Siap Tampil Optimal

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut tiga Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau Pasangan Asyik menyatakan siap tampil optimal pada...
Partai Demokrat

Jelang Pencoblosan, Demokrat Siapkan 81 Ribu Saksi

BANDUNG, SERUJI.CO.ID -  Ketua DPD Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanegara mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 81.000 orang saksi untuk bertugas mengawal proses pencoblosan di tempat pemungutan...
Uang Rupiah

BI Akan Hancurkan Uang Berstempel #2019GantiPresiden

MANADO, SERUJI.CO.ID -  Bank Indonesia (BI) akan menghancurkan uang rupiah berstempel yang marak terjadi saat ini. "BI tidak pernah mengeluarkan uang rupiah yang berstempel ganti presiden...
tenaga kerja asing

Protes Dipekerjakannya TKA, 62 Orang Ditahan Polisi

AFRIKA SELATAN, SERUJI.CO.ID - Polisi Afrika Selatan pada Kamis (21/6) menangkap 62 orang karena menghalangi jalan guna memprotes dipekerjakannya tenaga kerja asing sebagai pengemudi truk. Polisi...
loading...