Dengan Niat, Derajat Diangkat

0
133

Oleh: KH. Luthfi Bashori*

Niat seseorang itu akan menjadikan sah atau tidaknya ibadah yang ia kerjakan. Jika ada orang yang mengerjakan shalat, zakat atau puasa maupun haji, namun ia tidak berniat untuk menjalankan ibadahnya, maka ibadahnya itupun akan menjadi sia-sia dan tidak mendapatkan pahala.

Dalam urusan yang sunnah, maka sangat perlu seorang muslim itu selalu berniat ibadah, karena niat tersebut dapat membedakan suatu amalan itu termasuk bernilai ibadah atau hanya kebiasaan seseorang.

Misalnya, ada orang yang tidak makan dan tidak minum sejak adzan Subuh hingga adzan Maghrib, jika ia berniat puasa, maka akan mendapatkan pahala ibadah puasa, namun jika tidak makan dan tidak minumnya itu hanya karena tidak ada makanan dan minuman, atau karena tidak mampu membelinya, maka sekalipun ia tidak makan dan tidak minum sejak adzan Subuh hingga adzan Maghrib, maka ia termasuk orang yang kelaparan, dan tidak bisa disebut sebagai orang yang sedang beribadah puasa dan mendapat pahala puasa dengan kelaparannya itu, kecuali jika ia sengaja berniat untuk berpuasa.

Diceritakan bahwa seorang lelaki mendatangi ulama dan bertanya, “Siapa yang bisa menunjukkan kepada suatu amal yang aku selalu mengerjakannya karena Allah. Sesungguhnya aku ingin kiranya selalu beramal karena Allah di setiap saat pada malam dan siang hari.”

Dikatakan kepadanya, “Engkau telah mendapatkan keinginanmu. Kerjakanlah kebaikan sesuai kemampuanmu. Apabila engkau mengurangi atau meninggalkannya, maka berniatlah untuk mengerjakannya. Karena orang yang ingin beramal shaleh itu seperti pelakunya. Amal yang disertai niat memiliki keistimewaan dibanding perbuatan hewan-hewan dan orang gila yang tidak berakal.”

Niat seorang mukmin itu lebih baik daripada beramal yang tanpa disertai niat. Jangan merasa ragu untuk berniat ibadah terhadap sesuatu yang mubah (amalan biasa). Misalnya saat akan makan maka diniati agar dapat menguatkan badan hingga bisa membantu dirinya saat melaksanakan shalat dan berpuasa. Makan makan dengan niat seperti ini akan bernilai ibadah.

Dulu ada orang bertanya kepada Imam Ibnu Aqil, “Bagaimana jika ada orang yang niat mencelupkan seluruh badannya di dalam air (niat mandi junub), tapi ia ragu apakah mandinya sah atau tidak. Apa pendapatmu tentang hal itu?”

Imam Ibnu Aqil menjawab, “Pergilah dan katakan padanya: “Engkau tidak wajib shalat.”

Orang itu berkata, “Bagaimana bisa begitu?”

Imam Ibnu Aqil menjawab, “Karena Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pena diangkat (dosa yang tidak ditulis) dari tiga macam orang, di antaranya: Dari orang gila hingga ia sadar. Orang yang mencelupkan dirinya di dalam air berkali-kali tapi ia ragu apakah ia terkena air, maka ia adalah orang gila (tidak wajib mandi lagi).”

*) KH. Luthfi Bashori, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, yang juga Alumni Ma’had Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki di Makkah Al Mukarramah. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah MWC NU Singosari Malang merangkap sebagai Aktifis Komisi Hukum & Fatwa MUI Kab. Malang.

Komentar

BACA JUGA
Jiwa Seni Puti Guntur

Bertemu Seniman, Puti Soekarno Berkisah Tentang Jiwa Seni Kakek dan Keluarganya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jatim nomor urut dua, Puti Guntur Soekarno bertemu dengan kalangan seniman yang tergabung Forum Masyarakat Seni Indonesia (Formasi)...
Relawan Gus Ipul

60 Kelompok Relawan Siap Menangkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 60 kelompok relawan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur siap memenangkan paslon tersebut di kontestasi Pilgub 2018. Para...
Mediator kesehatan

Mediator Kesehatan Diharapkan Mampu Memediasi Perselisihan di Bidang Kesehatan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Jimly School of Law and Goverment berupaya mengembangkan profesi mediator kesehatan. "Ini dinilai penting sebagai upaya...
buku Boko Haram

Bedah Buku Boko Haram: Indonesia Harus Belajar Pengalaman Nigeria

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Peneliti Centre For Statecraft and Citizenship Studies (CSCS) Universitas Airlangga, Rosdiansyah menangkap pesan utama dari buku “BOKO HARAM: The History of...
persiba

Persiba Gagal Bendung Ketangguhan Sriwijaya FC

BALIKPAPAN, SERUJI.CO.ID - Tuan rumah Persiba Balikpapan gagal membendung ketangguhan Sriwijaya FC dan menyerah 0-1 pada pertandingan babak penyisihan Grup B turnamen Piala Gubernur Kalimantan...
loading...
Screenshot_20180115_194046

PKS Optimis Peroleh 5 Kursi DPRD Pasaman Barat pada Pileg 2019

SIMPANG EMPAT – PKS optimis lima kursi DPRD Kabupaten Pasaran Barat akan diperolehnya pada pileg 2019. Hal ini disampaikan oleh Fajri Yustian Ketua Tim...
images (5)

Garis 7: Sesat Nalar

Analogi adalah sebuah cara otak untuk memahami sesuatu. Analogi mirip dengan perumpamaan. Jika ada orang yang bertanya bagaimana cara membuat jelly, maka paling mudah...
IMG_20180224_110625_530

Mencari Logika di Balik Kasus Tuduhan ke Habib Rizieq Shihab

Habib Rizieq Shihab (RHS) juga ditetapkan sebagai tersangka, setelah sebelumnya FH dijerat pasal pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. RHS bahkan...