Bang Fuad: Ramadhan Fair, Untuk Apa dan Siapa?

0
232

Saban bulan Ramadhan, pemerintah kota Medan menyelenggarakan “Ramadhan Fair” hampir sebulan penuh. “Apa manfaatnya?” Tentu ada.

Hanya saja kalau kita bicara “benefit cost ratio“, benefitnya -hemat abang- sangatlah kecil dibanding nilai kesucian ramadhan itu sendiri yang sedianya diisi dengan kekhusyukan beribadah sebagai pangkal dan syarat meraih derjat orang-orang taqwa.

Alih-alih mau menopang dan mendorong tercapainya esensi taqwa, kegiatan “Ramadhan Fair” malah mengandung dan mengundang tercederainya nilai-nilai taqwa itu sendiri.

Loading...

Bukannya kita dikondisikan untuk sibuk dan khusyu’ beribadah seperti: membaca Alquran, tadabbur Al-Quran, bermuzakarah, tapi justeru malah terkondisikan untuk jadi lalai dengan dentuman musik -betapapun dilabel dengan judul “musik islami”, sibuk dengan jual beli, duduk kongkow-kongkow dengan kepulan asap yang merebak, “dihiasi” perempuan-perempuan yang hilir mudik dengan pakaian serba ketat dan terbuka.

Lalu, kalau sudah begitu adanya, apa sebenarnya tujuan dan esensi Ramadhan Fair?

Abang tidak yakin jika pertanyaan ini telah luput dari pemangku kepentingan. Tapi abang kurang yakin kalau semua yakin bahwa “Ramadhan Fair” akan menjadi perhelatan yang kelak akan diaudit di hadapan Allah. (Hrn)

 

_________________________________
Penulis: Ustadz Ahsanul Fuad Saragih, S.H, M.A adalah Ketua Dewan Syariah SERUJI, Ketua Gerakan Gotong Royong Muslim Kuasai Media (GMKM) Medan, Pengurus KAHMI Medan.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama