Oleh Muhammad Hanif Priatama

Tulisan khusus untuk lelaki, yang sudah maupun yang belum punya istri.

Dimulai dari motor.
Motor baru, tentu disayang. Takut hilang? Tentu. Dirawat tiap hari, dipakai dengan senang hati. Jika perlu, ditambah asesoris pemantap pandangan. Lampu sein dengan LED cemerlang, kekinian.

Ketika sampai tujuan, tentu dibanggakan. Ditawar orang, tolak dengan gagah perkasa. “ini aku punya!” katanya.

Tak dirasa, masa berlalu tahun ke tahun. Motor pun semakin usang. Onderdilnya berkurang. Si empunya sudah lirik-lirik toko motor, namun uang tak cukup-cukup juga. Mau disingkirkan sayang, karena masih dipakai juga. Akhirnya, dengan terpaksa, dirawatlah terus motor itu.

Terlewatlah tahun-tahun menua. Motor sudah teronggok di sudut rumah, tak diperhatikan. Sudah ada ganti, walaupun tidak baru yang penting modelnya tak ketinggalan. Hingga suatu ketika teman datang, dan takjub dengan motor yang teronggok di sudut rumah. “Luar biasa, Bro!” teriaknya.

Maka, cerita mengalir deras tentang model motor lawas yang banyak dicari. Hingga akhirnya muncul kata menawar harga. Agak bimbang dijawab antara sudah tidak perhatian dengan masih . sayang. Akhirnya lepas barang dibawa orang.

1
2
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama