Nomor KTP atau resminya Nomor Induk Kependudukan (NIK) atas nama seorang pasien bernama Suratini ditemukan bermasalah oleh petugas pendaftaran RS UGM, Ahad (10/12) siang. Nama yang muncul berdasar NIK pasien ternyata atas nama orang lain, padahal verifikasi NIK diperlukan oleh sistem yang baru-baru ini diterapkan BPJS Kesehatan.

Petugas pendaftaran kemudian membuat memo kecil, agar keluarga pasien mengurus data yang keliru di Kantor BPJS di Morangan, Sleman.

Menurut penuturan salah satu keluarga pasien pada Senin (11/12), NIK bermasalah sudah diuruskan di kantor BPJS. Petugas BPJS yang ditemui keluarga pasien kemudian menyatakan bahwa di sistem data BPJS ternyata ditemukan dua nama orang dengan NIK yang sama. Oleh petugas BPJS, keluarga pasien diminta klarifikasi data NIK ke disdukcapil kecamatan.

Setelah diklarifikasi di kecamatan, ternyata tidak ditemukan nama lain selain atas nama pasien, kata salah seorang dari keluarga pasien. Oleh pihak kecamatan disarankan ke kantor disdukcapil setempat untuk minta keterangan biodata yang resmi.

Setelah surat dari Disdukcapil Sleman didapat, diserahkan ke petugas BPJS untuk dirubah datanya, setelah mengantri kembali tentunya.

Ketika ditanya tentang pelayanan BPJS, menurut salah satu keluarga pasien menyatakan cukup bagus dan tempatnya nyaman. Hanya saja, ia menyarankan agar urusan data yang bukan tanggung jawab peserta sebaiknya diselesaikan pihak internal antara disdukcapil dan BPJS, sehingga tidak perlu repot-repot kesana kemari klarifikasi data.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama