Tetaplah Sarapan Pagi

SERUJI.CO.ID – “Sarapan pun Saya tidak ada dokter,” ujar seorang adik pasien yang mendampingi kakaknya yang dirawat karena batu dan radang empedu. Ujaran seperti tidak menerima ini dia sampaikan ketika Saya menjawab pertanyaan dari kakaknya tentang penyebab batu empedu yang dideritanya. Kegemukan dan perut yang buncit ini adalah salah satu faktor risiko penting batu empedu, dan perut yang buncit itu berkaitan dengan apa yang masuk ke dalam mulut kita, aktifitas fisik yang kita lakukan. Dan, adik Ibu itu juga kemungkinan besar juga akan menderita hal yang sama. Adik Ibu Saya lihat lebih gemuk dari Ibu sendiri, ujar Saya sambil becanda menoleh ke arah adiknya.

Sarapan pagi saja Saya tidak ada, atau saya jarang sarapan, ungkapan yang sering Saya dengar dari pasien-pasien Saya ketika Saya beritahu bahwa keluhan, penyakit yang dialaminya berkaitan dengan faktor risiko tubuhnya yang bongsor, atau gendut. Saya tidak tahu pasti apa yang ada dalam benak pasien waktu memgungkapkan bahawa mereka tidak sarapan pagi. Apakah merasa heran dengan badannya yang gemuk, padahal tidak sarapan?. Apakah sarapan pagi dianggap sebagai penyebab badannya yang gemuk? Saya tidak tahu dengan pasti.

Menurut para ahli, sarapan pagi adalah bagian paling penting dari kegiatan rutin makan kita sehari-hari yang sebaiknya tetap kita jaga. Sarapan pagi, ibaratkan kita sudah berpuasa selama delapan sampai sepuiuh jam malam sebelumnya memberi kita energi segar yang dibutuhkan tubuh untuk memulai aktifitas hari itu. Andaikan tubuh kita ini bisa diumpamakan sebagai sebuah kendaraan bermotor, sarapan pagi adalah bahan bakar baru yang akan membuat kendaraan bermotor itu dapat digunakan.

Energi baru yang kita peroleh dari sarapan membuat gula darah kita lebih stabil. Gula darah yang stabil ini ternyata juga berpengaruh terhadap mood, pikiran kita. Sarapan pagi meningkatkan konsentrasi dan produktifitas kerja kita. Bahkan, berpengaruh terhadap perilaku, gaya hidup dan pola makan kita, terutama pada hari itu. Mereka yang sarapan pagi menurut penelitian cendrung memilih makanan yang lebih sehat, makan tidak berlebihan, dan melakukan aktifitas olahrga lebih teratur. Sebaliknya mereka yang menghindari sarapan pagi sering merasa lemah, tidak bersemangat, dan makan berlebihan, dan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Snack, cemilan, makanan ringan lain, minuman soda, atau junk food, sering menjadi pilihan mereka yang tidak sarapan ketika mereka mulai lapar.


Nah, berlawanan dengan anggapan pasien di atas, dan kebanyakan kita, tidak sarapan lalu kita akan kurus. Sebaliknya yang terjadi adalah kita cendrung akan gemuk……. mengapa ? Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mereka yang menghindari sarapan pagi akan mengonsumsi makanan, minuman, snack yang lebih banyak, makanan rendah nutrisi, tinggi kalori. Anda tidak percaya? Coba diingat, ketika anda tidak sempat sarapan pagi di rumah, apa yang anda konsumsi setelah itu, misalnya jam 10 pagi pada saat perut anda sudah mulai keronconga ?Sehubungan dengan ini Saya ingat beberapa pasien Saya yang mengaku tidak sarapan pagi, lalu ketika saya tanya anda makan apa? Biasanya pasien agak lama menjawab, ya, banyak dokter macam-macam, mulai dari minuman manis, soda, kerupuk, kue, roti, makanan ala barat seperti piza, donut, hamburger, dan makanan lain yang kandungan kalorinya tinggi tapi rendah nutrisi. Dan, yang sangat jarang Saya dengar dari pasien adalah jawaban, Saya makan sayuran, buah-buahan. Kenyataan seperti yang diungkapkan para pasien ini sesuai dengan penelitian bahwa mereka yang menghindari sarapan pagi ini lebih jarang mengonsumsi sayuran, buah-buahan.

Disamping itu, penelitian yang pernah dilakukan di Spanyol menunjukkan bahwa menghindari sarapan pagi meningkatkan risiko mereka menjadi lebih gemuk dan ancaman diabetes mellitus dan gangguan kesehatan kardiovaskuker. Bahkan ada penelitian yang memperlihatkan meningkatnya risiko pembentukan plak, atau pemyepitan pembuluh darah koroner (atheroskelerosis) yang yang cukup tinggi dibandingkan dengan mereka yang sarapan pagi.

Jadi, sarapan pagi itu penting, jangan anda hindari. Disamping itu yang lebih menentukan lagi adalah apa yang kita konsumsi waktu sarapan itu. Pilihan sumber kalori dari karbohidrat dengan glikmik indeks rendah, makanan yang banyak mengandung serat seperti sayuran, buahan, nasi merah, gandum yang utuh, oatmeal, ubi-ubian, dan sumber protein dari ikan, daging ayam, kacang-kacangan, tahu, tempe, susu rendah lemak, akan membuat gula darah kita lebih stabil dan mencegah anda kelaparan dan makan berlebihan sepanjang hari.

Sayangnya, karena alasan repot, tidak ada waktu, malas memasak, mungkin pertimbangan lebih murah, kita sekarang cendrung tidak sarapan pagi. Satu dari tiga penduduk Amerika Serikat tidak sarapan pagi. Saya tidak tahu bagaimana dengan kebiasaan kita. Tapi Saya percaya, semakin banyak yang meninggalkannya, apalagi yang tinggal di perkotaan.

(Hrn)


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

TERPOPULER

Takut Komplikasi Diabetes? Ketahuilah Kadar Gula Darah Anda

Merasa badan tidak enak, dan kalau gula darah dirasakan tinggi. “Hhmm, apa gula darah yang tinggi dapat dirasakan,” bisik saya dalam hati.

Serangan Jantung, Tidak Hanya Disebabkan Oleh Kolesterol

Kolesterol yang tinggi memang penting sebagai faktor risiko, penyebab serangan jantung, tapi perlu diketahui bahwa kolesterol tidak berdiri sendiri, ada faktor risiko lain.
close