SERUJI.O.ID – Penyakit tiroid adalah salah satu gejalanya ditandai dengan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak pada bawah pangkal tenggorokan. Gejala dan tanda penyakit tiroid adalah membesarnya kelenjar tiroid yang akhirnya menyebabkan leher membengkak.

“Pembengkakan ini kemudian akan menekan saluran pernapasan dan juga menekan saluran pencernaan sehingga menyebabkan penderita menjadi sulit bernapas dan juga menjadi sulit untuk menekan,” jelas drg Tritarayati SH MH Kes,.

Staf Ahli Menkes Bidang Medikolegal ini lebih lanjut menjelaskan, saat ini lebih dari 1,7 juta orang di Indonesia berpotensi mengalami gangguan tiroid. Namun, banyak masyarakat yang kurang sadar dan kurang faham mengenai gangguang penyakit ini.

“Pasien dengan gangguan tiroid bisa tidak terdiagnoisis selama bertahun-tahun, padahal tiroid ini adalah salah satu jenis kelainan yang dapat dideteksi sejak bayi,” paparnya.

Gangguan Tiroid (kelenjar tiroid) lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan dengan pria. Sebagaian besar terjadi pada perempuan hamil karena adanya perubahan hormonal dan metabolisme.

“Fungsi tiroid yang baik sangat penting bagi ibu dan janin yang ada dalam kandungan, khususnya tiga bulan pertama kehamilan,” imbuhnya.

Saat hamil, lanjut Tritarayati, ibu menjadi sumber hormon tiroid bagi jabang bayi. Dan gangguan tiroid pada ibu hamil yang sering terjadi adalah ibu kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme). Gejala yang ditimbulkan pada ibu hamil dengan hipotiroidisme adalah pada masa trimester ketiga.

“Ibu hamil akan cepat merasa lelal, perubahan berat badan, kulit, rambut, dan bagian badan yang lain. Perubahaan mood yang terus berganti, sakit kepala, dan sering pusing,” paparnya.

Menurut Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Aman Bakti Pulungan Sp(A)K, gangguan tiroid pada ibu hamil akan menyebabkan gangguan kesehatan pada bayi. Kekurangan hormon yang dialami bayi sejak lahir dapat mengakibatkan gangguang pertumbuhan, perkembangan, dan keterbelakangan mental. Gangguan tumbuh kembang ini akan berakibat peningkatan angkat morbiditas, mortalitas, disabilitas, dan beban psikologi serta kerugian ekonomi. (ami)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama