
Gejala yang tidak khas, menganggap tidak apa-apa karena tidak ada keluhan, kemudian pasien baru datang ke tempat pelayanan kesehatan setelah mengalami komplikasi yang fatal, seperti stroke, serangan jantung, maka hipertensi dikenal juga sebagai the silent killer, pembunuh diam-diam. Artinya, tekanan darah sudah tinggi, gejala, keluhan tidak dirasakan, lalu diabaikan.
Kemudian, mengapa hipertensi atau tekanan darah tinggi itu berbahaya?
Disamping sebagai pembunuh diam-diam, atau Anda tidak menyadari bahwa tubuh anda digerogoti sedikit demi sedikit oleh penyakit ini, angka kejadiannya yang semakin tinggi, apalagi dengan meningkatnya umur seseorang, tekanan darah tinggi menyebabkan bermacam kerusakan-kerusakan terutama pada pembuluh darah.
Kerusakan pembuluh darah (arteri)
Ada yang menggambarkan pembuluh darah kita seperti pipa. Pipa yang baik adalah yang kuat, fleksibel, elastis, dan licin permukaan dalamnya. Pembuluh darah yang sehat juga begitu. Pembuluh darah yang sehat ini sangat menentukan kecukupan kebutuhan oksigen dan nutrisi organ-organ penting tubuh kita.
Pada hipertensi bagian dalam otot pembuluh darah (arteri) sedikit demi sedikit akan menebal. Akibat penebalan ini, lumen pembuluh darah akan menyempit, yang dapat menyebabkan gangguan aliran darah. Pembuluh darah yang menyempit ini tentu saja meningkatkan resiko pembekuan darah. Pembekuan yang luas dan penyumbatan total aliran darah dapat mengakibatkan serangan jantung, dan stroke.
Tekanan dan kecepatan aliran darah yang tinggi juga dapat menyebabkan jejas, injuri pada bagian dalam dinding pembuluh darah. Seperti sebuah pipa, aliran dan tekanan yang kuat dapat menyebabkan jejas, kerusakan pada pada bagian dalam dinding pipa.
Pada pembuluh darah kerusakan pada dinding pembuluh darah ini memacu rangkaian perubahan yang cukup rumit yang akhirnya menyebabkan pembuluh darah menjadi tebal, keras, dan kaku, suatu penyakit yang dikenal dengan aterosklerosis. Aterosklerosis ini dapat terjadi pada pembuluh darah di mana saja, jantung, otak, ginjal, tungkai, organ vital, dan sebagainya. Kerusakan ini dapat menyebabkan banyak masalah seperti nyeri dada, serangan jantung, stroke, gagal jantung, penyakit pembuluh darah tepi, disfungsi ereksi.
