SERUJI.CO.ID – Dalam suatu penerbangan malam yang cukup lama, 4,5 jam dari Toronto ke Las Vegas bulan lalu, kira-kira 1 jam menjelang mendarat di McCarran International Airport, tiba-tiba pesawat mengalami goncangan hebat. Saya yang setengah tertidur waktu itu tersentak bangun. Saya dengar suara beberapa penumpang, “oh My God, oh My God” beberapa kali. Sebagian penumpang seperti cemas dan ketakutan, berpegangan pada sandaran kursi di depannya.

Goncangan pesawat semakin kuat, terombang-ambing ke kiri dan kanan, kadang-kadang juga terhempas turun, dan melambung ke atas. Di tengah-tengah suara deru mesin pesawat yang semakin kuat, terdengar suara pramugari beberapa kali memberi peringatan agar tetap duduk, mengencangkan ikat pinggang, dan melarang penumpang menggunakan toilet, karena pesawat memasuki daerah turbulence udara.

Merasakan goncangan pesawat seperti itu, tidak berhenti, dan belum pernah mengalami hal serupa sebelumnya, sayapun mulai merasa cemas, takut. Ketika pesawat terhempas turun lagi, jantung saya berdetak kencang, terasa agak sesak dan juga berkeringat. Dan, baru kali itu Saya rasakan ketakutan seperti itu. Pikiran Saya pun berdialog sendiri, pesawat ini akan jatuh, kehidupan Saya akan berakhir di sini, terbayang ancaman kematian seolah-olah sudah di depan mata Saya.

Nah, ditengah-tengah goncangan pesawat yang tidak kunjung berhenti itu, dan kecemasan, ketakutan Saya yang juga tidak kunjung reda, Saya lihat ada juga beberapa penumpang lain, yang sebagian masih menonton video, ada yang tertidur pulas, bahkan Saya lihat seorang wanita keturunan Asia usia setengah baya, dengan terhuyung-huyung mau jatuh sambil berpegangan pada ke dua sandaran kursi di antara gang yang dilewatinya tanpa mimik takut sedikitpun berjalan ke belakang. Suara setengah membentak seorang pramugari yang duduk tidak jauh dari kursi saya di belakang, memaksa penumpang itu untuk duduk kembali.

Loading...

Lalu, melihat respon penumpang yang beragam ini, kemudian muncul juga dialog dalam diri saya sendiri, Saya mau seperti mereka yang ketakutan karena berpikir pesawat ini dalam keadaan berbahaya, akan jatuh yang membuat jantung saya berdebar kencang, dada sesak, berkeringat, yang membuat saya dalam keadaan stress terus menerus, tidak bisa tidur, dan bahkan bisa mengalami serangan jantung, mati ketakutan, atau sebaliknya ingin seperti sebagian penumpang lain yang tetap tenang, menghabiskan waktunya dengan bermain game, nonton TV, bahkan tidur pulas? Dan, pikiran saya menerawang, bagaimana mereka bisa seperti itu? Di mana letak perbedaan para penumpang ini? Padahal mereka dihadapkan pada situasi dan konsdisi yang sama

Nah, Saya menyadari bahwa perbedaan itu sebenarnya terletak pada pikiran yang berkecamuk dalam otak kita, “self talk” atau dialog di dalam otak kita sendiri. Dalam dialog, self talk itu, ada mereka yang berpikir positip, optimis, dan ada pula sebaliknya, berpikir negatif. Mereka yang berpikir positif optimis, bukannya mengingkari adanya suatu ancaman, ketidaknyamanan, tetapi mereka melihat dalam setiap masalah, ancaman, ketidaknyamanan itu akan berakhir. Mereka yang berpikir optimis, positip melihat ketidaknyamanan, ancaman itu secara lebih positip dan produktif. Mereka berpikir sesuatu yang terbaik akan terjadi, bukan sesuatu yang buruk. Barangkal, berpikir begitu yang membuatnya dapat tidur dengan pulas

Kemudian, tidak mau larut dalam kecemasan, ketakutan yang belum tentu terjadi, dan hanya ada dalam otak, pikiran saya, Saya mulai menegndalikan nafas Saya, bernafas yang dalam beberapa kali sambil mengontrol pikiran saya, berpikir positif, meyakini tidak akan ada masalah, yang terbaik pasti akan terjadi, pesawat ini akan mendarat dengan selamat, sayapun mulai berzikir, berserah diri pada Allah, dan yakin sesuatu tidak akan terjadi tanpa izinnya. Sayapun teritidur, dan baru terbangun setelah pesawat mendarat di McCarran International Airport, Las Vegas tengah malam waktu setempat.


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.
loading...
Irsyal Rusad
Dokter spesialis penyakit dalam

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

Apakah Anda Penyandang Diabetes Mellitus? Begini Cara Mengetahuinya

Diabetes Mellitus adalah penyakit yang tinggi jumlah pengidapnya. Setiap orang dapat terkena Diabetes. Tapi tahukah anda cara mengetahuinya?

Inilah Biangnya Penyakit: Tekanan Darah Tinggi !

Hipertensi tidak mempunyai gejala yang khas, sehingga kita tidak sadar ada sesuatu yang salah atau berbahaya yang sedang mengancam penderitanya.

TERPOPULER

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.