PKPU dan IHA Kembali Distribusikan Bantuan di Myanmar

SITTWE, SERUJI.CO.ID – Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) melalui Program Ramadhan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak konflik di Rakhine State, Myanmar. Program ini dilaksanakan di sejumlah kamp pengungsian dan desa-desa miskin yang berada di Sittwe dan Kyak Taw Township.

“Bantuan kemanusiaan yang diberikan berupa paket bahan pangan sebanyak 3.258 paket untuk 26.000 jiwa yang tersebar di sejumlah camp yang berada Sittwe seperti Kamp Theingu Gya, Kamp Than Taw Li, dan sejumlah desa miskin di Sittwe, seperti Zaw Bu Zwa. Tim IHA juga menyelenggarakan kegiatan 1.000 paket ifthar dan 387 paket pakaian baru,” kata Program Manager IHA, Surya Rahman Muhammad, Rabu (6/6).

Program Ramadhan yang diselenggarakan oleh IHA didukung sejumlah anggota IHA, di antaranya; Daarut Tauhiid Peduli, Rumah Zakat, Laznas LMI, Laznas Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, BAZNAS, PKPU Human Initiative dan Dompet Dhuafa yang dilaksanakan sejak awal Ramadhan dan akan berkahir pada 7 hari sebelum hari raya Idul Fitri.

“Bantuan kemanusiaan ini  diberikan berkat dukunganan dari masyarakat Indonesia yang telah menitipkan amanahnya kepada sejumlah lembaga zakat dan lembaga kemanusiaan yang ada di Indonesia sebagai bagian dari dukungan untuk penyelesaian konflik yang tejadi di Rakhine State, Myanmar. Kegiatan ini dilaksanakan oleh IHA bekerja sama dengan sejumlah mitra yang telah bekerja di lapangan yaitu MAUK Myanmar,” jelasnya.

Untuk dapat melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan khususnya di Kamp Pengungsian, Tim IHA harus mendapatkan izin masuk yang diperoleh dari otoritas setempat. Hal ini dikarenakan masih diberlakukannya darurat sipil dan pembatasan akses di wilayah ini. Bahkan sejumlah kegiatan, seperti Buka Bersama (ifthar) yang sebelumnya akan dilaksanakan di sejumlah kamp pengungsian, terpaksa dipindah ke beberapa kampung Muslim karena adanya peraturan orang asing hanya diperkenankan berada di dalam kamp pengungsi hingga pukul 04.00 sore.

Bantuan paket bahan pangan untuk masyarakat terdampak konflik dari IHA dan PKPU serta beberapa anggota IHA yang lain

Selain itu, IHA melalui sejumlah anggotanya juga berkomitmen akan mendistribusikan dukungan bantuan non-pangan berupa paket alat kebersihan (hygiene kit) dan penyediaan peralatan untuk persiapan menghadapi monsoon (musim badai) yang terjadi secara periodik pada bulan Juni–Oktober.

Program Ramadhan ini merupakan bagian dari komitmen IHA untuk melaksanakan program selama 2  tahun dengan nilai total komitmen kurang lebih Rp26 milyar dan akan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, pangan dan non pangan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak konflik di Rakhine State, Myanmar.

Diharapkan program IHA ini akan berdampak jangka panjang dan mendukung proses rekonsiliasi antar komunitas di Rakhine State, Myanmar. (Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER