PKPU dan IHA Kembali Distribusikan Bantuan di Myanmar

0
25
Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) saat menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak konflik di Rakhine State, Myanmar

SITTWE, SERUJI.CO.ID – Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) melalui Program Ramadhan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak konflik di Rakhine State, Myanmar. Program ini dilaksanakan di sejumlah kamp pengungsian dan desa-desa miskin yang berada di Sittwe dan Kyak Taw Township.

“Bantuan kemanusiaan yang diberikan berupa paket bahan pangan sebanyak 3.258 paket untuk 26.000 jiwa yang tersebar di sejumlah camp yang berada Sittwe seperti Kamp Theingu Gya, Kamp Than Taw Li, dan sejumlah desa miskin di Sittwe, seperti Zaw Bu Zwa. Tim IHA juga menyelenggarakan kegiatan 1.000 paket ifthar dan 387 paket pakaian baru,” kata Program Manager IHA, Surya Rahman Muhammad, Rabu (6/6).

Program Ramadhan yang diselenggarakan oleh IHA didukung sejumlah anggota IHA, di antaranya; Daarut Tauhiid Peduli, Rumah Zakat, Laznas LMI, Laznas Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, BAZNAS, PKPU Human Initiative dan Dompet Dhuafa yang dilaksanakan sejak awal Ramadhan dan akan berkahir pada 7 hari sebelum hari raya Idul Fitri.

“Bantuan kemanusiaan ini  diberikan berkat dukunganan dari masyarakat Indonesia yang telah menitipkan amanahnya kepada sejumlah lembaga zakat dan lembaga kemanusiaan yang ada di Indonesia sebagai bagian dari dukungan untuk penyelesaian konflik yang tejadi di Rakhine State, Myanmar. Kegiatan ini dilaksanakan oleh IHA bekerja sama dengan sejumlah mitra yang telah bekerja di lapangan yaitu MAUK Myanmar,” jelasnya.

Untuk dapat melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan khususnya di Kamp Pengungsian, Tim IHA harus mendapatkan izin masuk yang diperoleh dari otoritas setempat. Hal ini dikarenakan masih diberlakukannya darurat sipil dan pembatasan akses di wilayah ini. Bahkan sejumlah kegiatan, seperti Buka Bersama (ifthar) yang sebelumnya akan dilaksanakan di sejumlah kamp pengungsian, terpaksa dipindah ke beberapa kampung Muslim karena adanya peraturan orang asing hanya diperkenankan berada di dalam kamp pengungsi hingga pukul 04.00 sore.

Bantuan paket bahan pangan untuk masyarakat terdampak konflik dari IHA dan PKPU serta beberapa anggota IHA yang lain

Selain itu, IHA melalui sejumlah anggotanya juga berkomitmen akan mendistribusikan dukungan bantuan non-pangan berupa paket alat kebersihan (hygiene kit) dan penyediaan peralatan untuk persiapan menghadapi monsoon (musim badai) yang terjadi secara periodik pada bulan Juni–Oktober.

Program Ramadhan ini merupakan bagian dari komitmen IHA untuk melaksanakan program selama 2  tahun dengan nilai total komitmen kurang lebih Rp26 milyar dan akan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, pangan dan non pangan untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak konflik di Rakhine State, Myanmar.

Diharapkan program IHA ini akan berdampak jangka panjang dan mendukung proses rekonsiliasi antar komunitas di Rakhine State, Myanmar. (Su02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU