Dari segi fungsi, kebaya dulu mungkin berbeda dengan kebaya saat ini. Jika dulu hanya dikenakan di moment tertentu dan resmi, saat ini, kebaya justru bisa dikenakan kapan saja. Untuk itulah, para desainer berlomba-lomba memberikan alternatif rancangan kebaya yang tak hanya cantik tapi juga modern.

Dengan tujuan itu pula, kemudian event Exotica Kebaya digelar untuk yang kelima kalinya pada 28 hingga 30 April nanti. Beberapa desainer yang akan menampilkan koleksinya dalam panggung fashion show adalah Dyan Nugra, Elok Re Napio, Melia Wijaya, Deny Djoewardy, Kanaya Kebaya, hingga desainer kenamaan Djoko Sasongko dan Ayok Dwipancara.

Menariknya lagi, dalam event tersebut juga akan hadir beberapa desainer muslim yang tentu saja menampilkan koleksi kebaya muslim yang modern. Diantaranya adalah Vera Suraiya yang pada saat jumpa pers (11/4) menampilkan gaun dengan cutting kebaya nuansa pink yang cantik dan glamor. Sedangkan desainer lain adalah Lia Afif dan Wiwied Mayasari.

Desainer lain yang juga ikut dalam event tersebut adalah Rodeo Pradana. Rodeo yang dikenal kreatif ini mengaku tidak terpaku pada pakem kebaya dalam koleksinya. “Rancangan saya cenderung simple dan banyak modifikasi modern,” paparnya.

Senada dengan Rodeo, perancang Vera Suraiya, Raisa Maya Sari, dan Hendhy Setiawan pun mencoba berkreasi kebaya dengan bahan brokat. Namun, penekanan warna masing-masing desainer ini berbeda sesuai sudut pandang masing-masing.

Raisa misalnya, cenderung memadupadankan bahan brokat dengan tilled an organza. Agar lebih menarik, desainer yang belajar secara otodidak ini menambahkan kristal Swarovski dan payet di beberapa bagian busana karyanya. “Idenya sederhana, dari keinginan supaya makin banyak wanita pakai kebaya. Dan tak hanya dipakai di suasana tradisional,” tegasnya.

Busana berlabel MayaRaisa ini rata-rata dalam bentuk two pieces. Untuk warna, dari enam rancangan yang diperagakan di Exotica Kebaya nanti ada ungu, putih, maron, dan biru navy.

Sedangkan Kanaya Kebaya sendiri mengangkat tema Queena untuk rancangan kebaya yang ia tampilkan pada fashion show nanti. Nila Krsna, desainer dari Kanaya, mengaku terinspirasi dari kisah putri tidur dimana ada dua tokoh yakni peri baik hati dan ratu jahat. Karena itu, jelas Kanaya, koleksinya banyak mengadaptasi dari bangunan kastil dan candi. Unsur warnanya juga diambil dari suanana hutan yang gelap. Karena itu, koleksi yang ditampilkan banyak mengambil unsur dark namun elegan seperti hitam dan merah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama