close

Ingin Umur Panjang? Berhentilah Sebelum Kenyang!

SERUJI.CO.ID – Penduduk Okinawa di Jepang menurut penelitian mengonsumsi makanan dengan total kalori lebih rendah sekitar 600 kalori dibandingkan penduduk di pulau-pulau lainnya. Konsumsi kalori yang lebih rendah ini -menurut para ahli, adalah salah satu faktor penting yang menyebabkan rata-rata penduduk Okinawa ini mempunyai harapan hidup lebih panjang dibandingkan dengan penduduk Jepang pada umumnya.

Jumlah penduduk yang mencapai usia 100 tahun atau lebih, yang dikenal dengan “centenarian” di Okinawa ini lebih banyak dibandingkan daerah lain.

Para “centenarian” di belahan bumi lain bukanlah mereka yang makan banyak, bukan yang kekenyangan, tetapi yang mempunyai kebiasaan makan relatif lebih sedikit.

Sehubungan dengan itu, pada awal abad ke 20 dokter Wllliam Jones melaporkan bahwa kalajengking yang berpuasa, hidup lebih lama daripada yang makan normal. Studi di Cornell University pada tahun 1930 memperlihatkan bahwa tikus dengan diet terbatas hidup dua kali lebih lama dibandingkan dengan tikus lain. Penelitian lain setelah itu pada ikan, anjing, primata juga menunjukkan hasil yang sama.

Pembatasan asupan kalori ini ternyata juga berpengaruh terhadap kesehatan secara keseluruhan. Dapat menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, tekanan darah. Pembatasan kalori pada binatang percobaan kera juga menurunkan risiko penyakit yang berkaitan dengan penuaan, termasuk penyakit kardiovaskuler, diabetes melltus, penyakit Alzheimer.

Loading...

Nah, kalau pada binatang percobaan pembatasan kalori mempunyai manfaat yang positip terhadap kesehatan, dan meningkatkan harapan hidupnya, pada manusia diharapkan hasil yang sama.

Suatu kelompok study “Calorie Restriction on Human” yang dikenal dengan CALLERIE melakukan penelitian pada 132 laki-laki dan perempuan. Hasilnya belum dapat disimpulkan, tetapi sangat menjanjikan.

Sama dengan penelitian pada binatang, pada manusia juga menunjukkan hasil yang positip. Mereka yang mendapatkan asupan kalori yang dibatasi tetapi nutrisi yang adekuat risiko menderita penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, penyakit kardiiovaskuler lebih kecil, dan rentang hidup lebih lama

Lalu, “bagaimana kiat agar kita mengonsumsi makanan atau kalori lebih sedikit?”

Para “centenarian” atau mereka yang berusia di atas 100 tahun sudah menunjukkan contoh yang sederhana, mereka mengikuti hukum dua per tiga. Berhenti makan ketika merasa dua per tiga kenyang.

Atau barangkali lebih sederhana lagi dengan mengikuti petunjuk Rasulullah, “isilah perut kita sepertiganya dengan makanan, sepertiganya air, dan sepertiganya lagi kosongkan.


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.
loading...
Irsyal Rusad
Dokter spesialis penyakit dalam
Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ingin Turunkan Berat Badan? Inilah Prinsip Dasarnya!

Berat badan akan turun bila kalori yang digunakan melebihi kalori yang masuk, atau kalori yang kita bakar lebih banyak dari kalori yang dihasilkan tubuh dari makanan yang dikonsumsi.

Diabetes: Kenali Penyakit Yang Jumlah Penderitanya Terus Meningkat (2)

Diabetes melitus adalah penyakit kronis, sekali seseorang didiagnosis sebagai penyandangnya, maka pada umumnya penyakit ini akan mendampinginya sepanjang usianya. Dengan kata lain, diabetes ini akan menjadi temannya selamanya.

Tahukah Anda, Fleksibel itu Menyehatkan ?

Kekakuan itu ialah tanda kematian, sebaliknya, fleksibilitas atau kelenturan itu adalah kehidupan.

TERPOPULER