RUPST BNI 2026: Dividen Rp349 per Saham & Buyback Rp905 M, BBNI Naik saat IHSG Anjlok 3,27%

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Di tengah gejolak pasar saham yang dipukul sentimen geopolitik Timur Tengah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk justru tampil sebagai penyelamat. Pada hari yang sama IHSG terjun bebas 3,27 persen, saham BBNI malah ditutup naik 0,47 persen ke Rp4.290. Hal ini dipicu kabar manis dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung Senin, 9 Maret 2026.

📋 Hasil Lengkap RUPST BNI Tahun Buku 2025

RUPST BNI Tahun Buku 2025 digelar di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026 pukul 14.00–17.00 WIB secara elektronik melalui fasilitas eASY.KSEI. Rapat membahas sembilan mata acara dan seluruhnya disetujui oleh pemegang saham. Berikut keputusan-keputusan strategis yang disepakati:

1. 💸 Dividen Tunai Rp349 per Saham, Total Rp13,02 Triliun

Keputusan paling dinantikan investor akhirnya resmi: RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,02 triliun atau setara Rp349 per saham. Nilai ini merepresentasikan 65% dari laba bersih konsolidasian tahun buku 2025 sebesar Rp20,04 triliun yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Sisa laba sebesar 35% atau sekitar Rp7,01 triliun ditetapkan sebagai saldo laba ditahan, yang akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi bisnis BNI ke depan.

Berdasarkan harga penutupan BBNI di Rp4.290, dividen Rp349 per saham ini mencerminkan dividend yield sebesar 8,1% — tergolong tinggi dan menarik bagi investor jangka panjang, khususnya dividend investor.

Sebagai perbandingan, BNI membagikan dividen Rp374,05 per saham (DPR 65%) untuk tahun buku 2024, yang dibayarkan pada April 2025. Penurunan nilai dividen kali ini selaras dengan penurunan laba bersih 6,63% dari Rp21,46 triliun (2024) menjadi Rp20,04 triliun (2025). Jadwal lengkap cum date, recording date, dan tanggal pembayaran dividen akan diumumkan lebih lanjut oleh Perseroan.

2. 🔄 Buyback Saham Maksimal Rp905,48 Miliar

RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai transaksi maksimal Rp905,48 miliar, termasuk biaya transaksi. Pelaksanaannya akan mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku di pasar modal. Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan bahwa buyback merupakan instrumen perusahaan untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal.

Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock) yang dapat dialihkan melalui penjualan kembali di BEI maupun di luar bursa, atau dimanfaatkan untuk Program Kepemilikan Saham bagi Pegawai dan/atau Pengurus Perseroan.

3. 📜 Reklasifikasi Saham Seri B Menjadi Seri A Dwiwarna

Keputusan penting lain yang disepakati adalah perubahan Anggaran Dasar Perseroan terkait reklasifikasi saham Seri B milik BP BUMN (Danantara) menjadi saham Seri A Dwiwarna. Reklasifikasi dilakukan terhadap 223.783.877 lembar saham sebagai bagian dari penyesuaian terhadap Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas UU No. 19/2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.

Langkah ini sejalan dengan peralihan pengelolaan saham pemerintah di BNI dari Kementerian BUMN ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang berlaku efektif sejak 22 Maret 2025.

4. 📌 Agenda RUPST Lainnya

Selain tiga agenda utama di atas, RUPST juga menyetujui: pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025; penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026. Penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026; pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja Jangka Panjang (RJPP) 2026–2030 dan RKAP 2027. Penerimaan laporan realisasi penggunaan dana Sustainability Bond Tahap I Tahun 2025; serta penegasan kembali pelimpahan wewenang RUPS kepada Dewan Komisaris terkait perubahan peraturan Dana Pensiun Perseroan.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER