MENU

Rupiah Bangkit! Nilai Tukar Menguat Patahkan Pelemahan 8 Hari Terakhir — Apa Penyebabnya?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu, 14 Januari 2026 menunjukkan pergerakan yang menarik di tengah sentimen pasar global dan domestik.

Kurs Hari Ini: Rupiah Rebound Tipis

Pada penutupan perdagangan Rabu, rupiah menguat tipis 0,07% dan **ditutup di sekitar Rp16.865 per USD, lebih baik dibandingkan posisi Selasa Rp16.877 per USD. Ini sekaligus **menghentikan tren pelemahan beruntun yang terjadi sebelumnya.

Analis mengatakan bahwa perbaikan kurs rupiah kali ini sebagian dipengaruhi oleh penguatan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) serta pasar obligasi pemerintah yang kembali menarik minat investor domestik. Sentimen positif dari pasar saham ini membantu mengurangi tekanan jual di pasar valuta asing.

Namun, pelemahan sebelumnya pada hari Selasa juga menjadi latar belakang rebound ini, di mana rupiah sempat bergerak lebih lemah dan menyentuh area dekat Rp16.877 per USD karena tekanan eksternal.

🗓️ Bandingkan dengan Minggu Lalu

Berdasarkan data riwayat 7 hari terakhir, rupiah telah bergerak dalam kisaran relatif stabil namun masih menunjukkan volatilitas ringan:

  • Tertinggi dalam 7 hari: sekitar Rp16.907 per USD

  • Terendah dalam 7 hari: sekitar Rp16.752 per USD

  • Rata-rata: mendekati Rp16.814 per USD
    Artinya, kurs hari ini sedikit lebih kuat dibanding minggu lalu secara keseluruhan, menunjukkan bahwa rupiah mencoba menguat setelah sempat bergerak di area pelemahan.

📉 Apa Penyebab Penguatan & Pelemahan Ini?

📌 Faktor Penguatan:

  • Sentimen pasar domestik positif, khususnya lantaran IHSG dan obligasi pemerintah menunjukkan minat beli.

  • Potensi masuknya modal asing jika tren suku bunga global mulai menunjukkan tanda-tanda stabil atau penurunan.

📌 Faktor Pelemahan:

  • Tekanan eksternal pasar global masih terasa kuat, termasuk posisi dolar AS yang tetap kokoh terhadap banyak mata uang dunia, sehingga rupiah sempat tertekan.

  • Bank Indonesia sendiri menilai bahwa tekanan global menjadi salah satu faktor utama fluktuasi kurs.

📊 Sentimen Makro & Prospek ke Depan

Bank Indonesia terus merespons dinamika pasar dengan intervensi yang hati-hati dalam pasar valuta asing, bertujuan menjaga stabilitas kurs dalam jangka menengah hingga panjang. Dukungan dari surplus neraca perdagangan dan fundamental ekonomi domestik juga menjadi landasan optimisme meski risiko global masih membayangi.

Prediksi Minggu Depan:
Jika sentimen positif domestik berlanjut, terutama dari IHSG dan stabilisasi pasar obligasi, rupiah berpotensi **menguat tipis menuju area **Rp16.800–Rp16.750 per USD. Sebaliknya, jika tekanan eksternal memburuk lagi (misal akibat naiknya yield Treasury AS atau kenaikan indeks dolar), rupiah bisa kembali menghadapi resistensi di kisaran Rp16.900 per USD atau lebih lemah.


🔎 Kesimpulan:
Rupiah hari ini menunjukkan tanda-tanda rebound relatif setelah melemah di awal minggu. Meski penguatan masih tipis, pergerakan kurs menunjukkan rupiah tidak terlalu jauh dari level support psikologis di sekitar Rp16.800 per USD, dengan kemungkinan bergerak ke arah yang lebih stabil jika sentimen domestik dan global berpihak.


⚠️ Catatan: Nilai tukar dapat berubah cepat tergantung dinamika pasar finansial global dan keputusan kebijakan moneter domestik. Selalu periksa data real-time dari sumber resmi Bank Indonesia atau platform keuangan untuk angka mutakhir.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER