Polisi Minta Semua Tempat Hiburan Malam di Kupang Tutup Selama Ramadhan

0
317

KUPANG – Kepolisian Resort (Polres) kota Kupang meminta pemerintah daerah setempat untuk menutup semua tempat hiburan malam di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu selama bulan Ramadhan untuk menghormati umat islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kalau saya berharap ditutup saja semua tempat hiburan malam selama ramadhan ini biar lebih aman,” kata Kapolres Kupang AKBP Anthon CN di Kupang, Rabu (25/4).

Anthon mengatakan, dengan menutup semua tempat hiburan malam, maka akan membuat suasana lebih kondusif dan bisa lebih memberikan dukungan penuh bagi umat muslim yang beribadah.

Loading...

“Kalau tetap buka meskipun dibatasi waktu aktivitasnya tetap akan bisa bergejolak karena sejumlah gesekan,’ katanya.

Kendati demikian semua keputusan berada di tangan Pemerintah Kota Kupang yang memiliki otoritas untuk itu. “Polisi pada prinsipnya siap melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mengamankan dan menegakan aturan,” tandasnya.

Wali Kota Kupang Jonas Salean dalam kesempatan terpisah memberi respon positif bagi keinginan dan harapan aparat kepolisian dari Polres Kupang tersebut.

“Saya setuju dengan harapan Kapolresta itu. Nanti kami bicarakan dalam rapat forum pimpinan daerah (forkopimda),” kata Jonas.

Menurut dia, memang sejak dahulu, selama bulan Ramadhan kota Kupang belum pernah menerapkan peraturan menutup semua tempat hiburan malam. Yang terjadi hanyalah melakukan pembatasan aktivitas.

Hal tersebut dengan dasar pertimbangan bahwa tempat hiburan malam juga tempat mencari rezeki bagi pemilik hiburan malam.

“Mereka (para pemilik hiburan malam) juga mencari penghidupan jadi sayang jika ditutup selama ramadhan,” kata Jonas.

Namun sekali lagi Jonas mengatakan akan membicarakan detail dengan semua pimpinan di daerah ini dalam sebuah rapat forkopimda. “Kami akan serius bicara hal ini,” katanya.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah kota Kupang Alan Yoga Girsang mengatakan, siap memproses edaran pembatasan tempat hiburan malam termasuk lokalisasi selama bulan Ramadan untuk menghormati umat Muslim yang berpuasa.

Yoga menjelaskan bahwa edaran pembatasan tempat hiburan malam yang mengacu kepada Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum, Perda Lokalisasi dan Perda tentang Pemondokan itu sudah saban tahun ada dan harus dilakukan di daerah ini, sebagai bentuk penghormatan dan pengembangan nilai toleransi antarwarga.

Sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang tentunya didiami oleh warga dari berbagai suku, agama, etnis dan golongan dalam konteks kebhinekaan yang mempersatukan.

Oleh karenanya menjadi wajib bagi pemerintah untuk mengayomi semua suku, agama, ras dan golongan itu menjalankan setiap kegiatan keagamaanya sebagai implementasi dari nilai kebersamaan untuk toleransi.

Yoga juga menyampaikan bahwa aktivitas tempat hiburan malam (pub dan karaoke) selama bulan Ramadan di kota Kupang dibuka mulai pukul 20.00 Wita dan berakhir pada 00.00 Wita.”Jadi pada siang hari semua tempat hiburan malam ditutup,” katanya.

Pada hari normal saat bukan bulan puasa, tempat hiburan beroperasi mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 02.00 Wita. (Hrn)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU