Presiden Serahkan 5 Ribu Sertifikat Tanah untuk Warga Jakarta Timur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyerahkan sertifikat hak atas tanah yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Jokowi kepada sebanyak 5 ribu warga di Kotamadya Jakarta Timur.

“Ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Kalau sudah pegang ini yang namanya sertifikat, ya enak,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat acara penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat di Taman Cakung, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (3/12).

Menurut Presiden, sertifikat tanah berguna untuk menghindari sengketa tanah yang kerap terjadi di masyarakat.

“Sengketa tanah berpotensi terjadi baik antar warga, maupun antara masyarakat dengan suatu instansi. Jadi, rawatlah sertifikat ini baik-baik,” ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memanfaatkan sertifikat jika hendak dijadikan agunan ke bank.

“Kalau mau pakai sertifikat ini untuk jaminan ke bank silakan. Tapi tolong dihitung, dikalkulasi yang benar, bisa nyicil gak ke bank setiap bulannya. Jadi, hati-hati,” pesan Jokowi.

Presiden mengingatkan masyarakat untuk tidak memanfaatkan dana pinjaman untuk hal-hal konsumtif seperti kendaraan roda empat, melainkan hal-hal yang produktif.

“Bapak ibu gagah naik mobil. Ya paling hanya enam bulan. Tapi kalo enam bulan gak bisa nyicil ke bank atau dealer. Trus mobilnya ditarik, sertifikatnya diambil bank. Ini yang kita tidak mau,” kata Jokowi.

Badan Pertanahan Nasional (BPN), kata Jokowi, telah bekerja keras untuk mencapai target penyerahan sertifikat tanah.

Dijelaskan oleh Jokowi, menurut data Kementerian Agraria dan Tata Ruang, jumlah bidang tanah di DKI Jakarta tercatat sebanyak 1,7 juta bidang.

Di Jakarta Timur tercatat ada 299 ribu dari 448 ribu bidang yang sudah tersertifikasi.

Kemudian pada tahun ini sebanyak 140 ribu bidang tanah akan didaftarkan, dan sisanya disertifikasi pada 2019.

Jokowi mengatakan, target penyerahan lima juta sertifikat di seluruh Indonesia pada 2017 telah tercapai.

“Kemudian, target jumlah sertifikat diserahkan kepada masyarakat pada 2018 sebanyak tujuh juta sertifikat tanah, dan tahun 2019 sebanyak sembilan juta sertifikat,” pungkasnya. (SU05)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.