NUSA DUA – Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia pada 2018 di Bali merupakan momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia keberhasilan sebagai ekonomi yang bereformasi, berdaya-tahan dan progresif.
“Indonesia berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, lebih seimbang dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (25/8).
Agus yang juga wakil ketua panitia nasional pertemuan tahunan itu mengatakan, sejak 20 tahun terakhir Indonesia melaksanakan reformasi tidak hanya di sektor fiskal, namun juga di struktural dan moneter. Indonesia kini menganut sistem desentralisasi dalam menjalankan pemerintahannya.
Agus melanjutkan, BI merupakan bank sentral yang independen dalam melaksanakan fungsi moneter. Adapun Kementerian Keuangan, telah mempu menjaga stabilitas keuangan negara melalui kebijakan fiskal yang solid.
Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga wakil ketua panitia Nasional kegiatan itu mengatakan manfaat lain yang juga diperoleh Indonesia adalah citra dan reputasi bahwa Indonesia mampu melaksanakan kegiatan internasional yang besar.
Sri Mulyani menjelaskan Indonesia dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mempromosikan pariwisata Indonesia mengingat akan ada delegasi dari 189 negara anggota yang berkunjung ke Indonesia.
Ia membandingkan dana yang dibutuhkan untuk promosi wisata Indonesia di luar negeri agar masyarakat negara-negara itu tahu dan mengenal serta berkunjung di Indonesia. (Ant/Frdn)

Bukankan pertumbuhan ekonomi yang katanya meroket itu tidak pernah terjadi?
Apanya yg berhasil??
Berhasil dapat hutangan banyak. Itu prestasi loh
mo pamer pake uang siapa? Hutang lg? dan apa yg mau dipamerin?? uang sgtu banyak bgt manfaatnya buat pr… https://t.co/kx5Lf3wle8
Laporan selesai