Agar Optimal, Perkembangan Anak Butuh Dirangsang (bagian 2)

Lanjutan pembahasan tentang bagaimana agar perkembangan anak bisa berjalan optimal.

Perkembangan anak secara sederhana didefinisikan sebagai proses yang menunjukkan bertambahnya ketrampilan dalam pola yang beraturan yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional dan bahasa. Agar perkembangan bisa berjalan optimal penting bagi orang tua untuk merangsangnya.

Merangsang perkembangan anak usia 6-12 bulan

Mulai ajari bayi duduk, ajak main ci-luk-ba, ajari memegang benda dengan 2 jari. Bila sudah bisa duduk, latih berdiri dan berjalan dengan berpegangan, ajak bicara lebih sering dan latih mengucapkan kata memanggil orang tua dan keluarga terdekat pa.., ma.., pak.., bu.., kak.., mbak, dan lain-lain. Beri mainan yang bisa dipukul-pukul tapi aman, misal mainan gamelan.

Pada umur 9 bulan idealnya anak sudah mampu:

  • Duduk tanpa bantuan minimal 3 menit.
  • Merangkak.
  • Merambat.
  • Mamapu menggenggam sesuatu pada setiap tangan.
  • Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain.
  • Menjepit sesuatu dengan ibu jari dan telunjuk.
  • Meraih benda kecil seukuran kacang.
  • Mengambil dan melempar benda, senang pada kegiatan yang dilakukan berulang-ulang tersebut.
  • Mengenali wajah anggota keluarga dan memberi respon positif bila diajak interaksi, misal meraih uluran tangan. Dan tidak mau didekati orang lain yang belum dikenal.
  • Bisa tepuk tangan dan respon dengan permainan ci-luk-ba.
  • Dapat memainkan / merobek-robek kertas.
  • Memukul-mukulkan sendok atau benda lain yang dipegangnya.
  • Mengarahkan pandangan pada benda yang jatuh.
  • Menunjukkan minat dan dan tersenyum pada bayangan diri di cermin.
  • Menirukan suara yang dibuat orang lain seperti berteriak kecil.
  • Mengambil, mendorong atau menolak benda-benda yang besar.

Pada umur 12 bulan idealnya anak sudah mampu:

  • Berdiri sendiri.
  • Berjalan berpegangan atau dituntun.
  • Membungkuk.
  • Mengarahkan pandangannya untuk mencari orang yang sangat dikenalnya jika ditanya, misalnya mana mama?
  • Mencoba menirukan kata atau suara yang didengarnya.
  • Mengucapkan satu suku kata sederhana misal ma.., pa.., mbak.., kak..
  • Menirukan tingkah laku sederhana, misalnya menimang bonekanya.
  • Ingin meraih segala sesuatu dan memasukkannya ke mulut.
  • Memukul-mukulkan benda yang dipegangnya.
  • Dapat makan biskuit sendiri, meski berantakan.
  • Membalik halaman buku yang berkertas tebal.
  • Merangkak atau bergerak ke arah bola yang digelindingkan.
  • Menggelindingkan atau mendorong bola.
  • Tidak berliur.
  • Menoleh bila dipanggil namanya.
  • Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis.

BERSAMBUNG

 

PENULIS: dr. Endang Sulistyowati
EDITOR: Iwan Y

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER