Dia menjelaskan penetapan pagu indikatif oleh pemerintah apabila dilihat dari usulan Polri maka terpenuhi 60,62 persen sedangkan bila dibandingkan dengan Alokasi Anggaran 2018 sebesar Rp95 triliun, secara umum berkurang sebesar Rp18,1 triliun atau minus 19,08 persen.
Hal itu menurut dia berdampak pada belanja pegawai dan tunjangan kinerja anggota Polri yang tahun depan direncanakan naik 70 persen karena saat ini baru naik 53 persen sedangkan beberapa instansi lain sudah 100 persen.
“Saya sebagai pimpinan ingin ada tambahan tunjangan kinerja agar kesejahteraan semakin baik sehingga bisa mendorong kerja maksimal,” katanya.
Dia mengatakan setelah penetapan pagu indikatif itu, Polri mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp44,4 triliun dengan rincian untuk belanja pegawai Rp6,7 triliun, belanja barang Rp5 triliun, dan belanja modal Rp32,6 triliun.
Hal itu menurut dia dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan ketanggapsegeraan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri dan pengamanan Pemilu 2019.
“Kami harap usulan kami dipenuhi namun semua dikembalikan pada pemerintah dan DPR, tentu Polri ingin anggaran tersebut ideal tapi disesuaikan dengan kemampuan negara kalau punya prioritas lain,” katanya.
Dia mengatakan apapun yang diberikan pemerintah pada Polri, institusinya akan kerja maksimal dengan berapa pun anggaran yang diberikan namun dirinya tetap berharap anggaran ideal yang diberikan. (Ant/Hrn)

Gak perlu buang 2duet Tegak hukum Islam habis tu teroris dan koruptor …
Wow..