‎JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sejak 2006, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) telah mengirimkan bala bantuan ke Papua. Namun, hal itu dirasa belum cukup lantaran banyak daerah yang wilayahnya sangat terpencil dan sulit terjangkau.

Dengan dukungan dari Badan Amil Zakat Nasinal (Baznas) dan  AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) dengan didukung oleh Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), MER-C kembali sepakat menjalankan trip ke-2 untuk menjangkau desa-desa terpencil lainnya di Papua Barat.

Kali ini wilayah sasaran program adalah pulau Missol, pulau Doom dan pulau Jeffman dengan target sebanyak 28 desa akan dikunjungi oleh tim hingga akhir bulan Desember 2017.

Loading...

Koordinator MER-C untuk Papua, Zackya Yahya, mengungkapkan rasa syukur bisa bersinergi dengan berbagai elemen seperti AMCF selaku pemilik kapal dan Baznas selaku pendukung dana kegiatan khususnya kesehatan, sehingga jangkauan dan manfaat pelayanan MER-C di Papua Barat bisa lebih luas lagi.

“‎Dengan adanya program kerjasama kapal kemanusiaan banyak wilayah-wilayah yang selama ini jauh, sulit dijangkau dan sulit diakses melalui jalur darat bisa dicapai dan mendapatkan layanan kesehatan dan bantuan lainnya yang memang sangat dibutuhkan masyarakat setempat,” papar Zackya, di Jakarta, Rabu (6/12).

Masyarakat di ujung timur Indonesia, lanjut Zackya, masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang. Hal inilah yang membuat MER-C dan timnya bertahan untuk terus mendampingi kesehatan masyarakat baik di Papua maupun di Papua Barat.

Zackya menambahkan bahwa khusus bidang kesehatan, pelayanan MER-C mencakup pengobatan umum, sirkumsisi, pemeriksaan gizi anak, pemeriksaan mata dan penyuluhan kesehatan. Sementara program renovasi, pendidikan dan keagamaan akan dicover oleh AMCF.

“Pagi ini tim MER-C akan berangkat ke Sorong. Selanjutnya pada tanggal 8 Desember 2017 lusa kami akan berlayar menuju desa pertama, yaitu desa Yellu di Misool Selatan untuk bergabung dengan tim AMCF di sana,” terang Zackya.

Dengan target 28 desa yang sudah disepakati, MER-C menurunkan 11 personil relawan yang terdiri dari 6 dokter, 3 perawat dan 2 tenaga logistik. Untuk efektifitas waktu, di lapangan nanti tim akan dibagi menjadi 2 karena ada desa-desa yang dapat dijangkau dengan jalur darat dan ada yang tidak.

“Satu tim untuk pelayanan di darat, sementara tim lainnya akan berlayar ke wilayah lainnya, terus seperti itu,” jelasnya. (Achmad/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama